TES TENGAH SEMESTER SPIRITUALITAS KRISTEN
Dosen Pengampu :
Pdt. Simon Julianto, M.Si & Pdt. Sony Kristiantoro, M.Si
TES TENGAH SEMESTER SPIRITUALITAS
KRISTEN
Dosen Pengampu :
Pdt. Simon Julianto, M.Si & Pdt. Sony
Kristiantoro, M.Si
Oleh :
Yolanda Sianturi
FAKULTAS TEOLOGI
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA
2021
Arti Lectio Divina
Apa itu Lectio Divina? Lectio Divina
merupakan sebuah kalimat yang berasal dari bahasa Latin, yakni Lectio yang
berarti bacaan dan Divina yang berarti Ilahi. Jadi secara sederhana, Doa Lectio
Divina ini bertujuan untuk “pembacaan ilahi” yang mewakili teknik awalan sebuah
doa hingga dapat diterapkan dalam praktik kehidupan manusia sehari hari. Tahap
ini diawali dengan doa pribadi memohon kepada Allah untuk berkarya dalam hidup
kita dan agar dapat memperbaharui kehidupan kita melalui Lectio Divina.
Lectino Divina membawa kita untuk
membaca Kitab Suci yang mendorong suatu kerinduan agar kita dapat menjadi
serupa dengan Kristus. Saat berdoa kita harus memohon bantuan daripada Roh
Kudus agar Roh dapat membangkitkan iman kita serta membangunkan seluruh
kemampuan yang ada pada diri kita untuk melakukan Sabda Tuhan. Sebaiknya jangan
membaca Kitab Suci tanpa melakukan doa terlebih dahulu, kita harus berdoa
meminta Roh Kudus menyertai kita dalam diam agar buah dalam hati kita bisa
bertumbuh dan tidak sia sia. Roh Kudus ialah jiwa dari bagian Kitab Suci, maka
Roh itu juga harus menjadi jiwa Lectio Divina, karena tanpa bimbingan daripada
Roh Kudus, kita mungkin tidak bisa mengerti apa yang tertera dalam Kitab Suci
karena kitab itu berasal dari pikiran dari Allah sendiri,yang disampaikan
melalui Roh Kudus.
Lectio Divina dapat dikatakan sebagai gaya
hidup dalam menerapkan doa kontemplatif yang berpusat pada ajaran dan firman
Allah. Tujuan utama dari praktek doa Lectio Divina ialah untuk mengajarkan kita
kebenaran kebenaran yang disampaikan melalui Sabda Allah dan juga melibatkan
rasa kerinduan untuk semakin mengenal Allah lebih dekat. Dalam tahap melakukan
doa Lectio Divina terbagi atas empat tahap, yakni Lectio (membaca Sabda Allah),
Meditatio (merenungkan Sabda Allah), Oratio (berkomunikasi dengan Allah), Contemplatio
(memandang keterserapan akan Allah). Lectio dapat kita samakan seperti membawa
makanan ke mulut, Meditatio yang mengunyah dan melumatkannya, Oratio yang
mengecap rasanya dan Contemplatio ialah yang memberi nikmat dari rasa tersebut
yang menghasilkan kebenaran firman Tuhan.
Tahap tahap dalam melakukan Lectio
Divina
Lectio
Lectio
berarti membaca Sabda, contohnya dalam analogi berpacaran. Seperti yang kita
ketahui orang yang berpacaran pasti mempunyai waktu untuk pacarnya, demikian
juga orang yang membaca sabda ia juga pasti meluangkan banyak waktu untuk
bersabda. Dan saat orang berpacaran, mereka tidak puas jika hanya bertemu
sekali saja tetapi pasti mereka ingin sekali sering bertemu tiap hari secara
berulang ulang, demikian juga pada saat orang melakukan Lectio diharapkan
berani untuk membaca sabda secara berulang ulang agar apa yang dibaca dapat
semakin disadari dan dapat merasakan pewahyuan apa yang disampaikan pada saat
itu. Pada bagian ini kita membaca teks Sabda Alkitab dengan rasa, bukan dengan
tujuan untuk mengetahui atau memahami, maksud pembacaan Alkitab dengan rasa
adalah ketika kita membaca Alkitab, kita sadar bahwa tujuan utama kita membaca
ialah perubahan dan perbaikan atas diri kita.
Meditatio
Meditatio
berarti merenungkan secara mendalam, secara analogi contohnya lebah madu. Pada
saat lebah madu keluar dari sarangnya untuk bertemu dengan bunga bunga, yang
dilakukan adalah lebah mengambil sari sari bunga dan kembali ke sarangnya untuk
mengubah sari bunga itu menjadi madu. Demikian juga setelah kita lewat proses
Lectio menemukan inti pesan, maka kita diharapkan kembali masuk kedalam diri
kita untuk menggunakan Sabda Tuhan sebagai cermin untuk menangkap pesan Tuhan
dalam konteks hidup kita saat ini. Kita bisa belajar dari lebah untuk
mendapatkan madu tidak mungkin sekali kerja langsung jadi, demikian juga
sebenarnya proses meditatio dalam merenungkan tidak bisa sekali jadi, kita
perlu mengulang ulang Sabda Tuhan itu sampai akhirnya menemukan pesan untuk
melihat pribadi kita saat ini. Intinya kita harus merenungkannya berulang ulang
seperti terus mengunyah Sabda Tuhan dengan hati dan kerinduan agar kita dapat
merasakan kebenaran akan firman Tuhan. Ini berarti bahwa ketika kita menyimpan
Sabda Tuhan dalam hati dan terus mengingatnya, kita sebenarnya sudah membawa
hidup kita dalam kebijaksanaan dan dalam jalan kebenaran Allah.
Oratio
Oratio
berarti berdoa atau berkomunikasi dengan Allah. Tahap ini dilakukan dengan
memilih suatu bacaan teks Alkitab yang berkesan dan menjadikannya seperti
kalimat doa yang pendek. Didalam tahap ini kita memiliki ruang yang lebih luas
untuk menanggapi Sabda Tuhan secara lebih detail dan juga membentuk sebuah komitmen
dengan Allah. Tujuan utama dari Oratio ialah agar memampukan kita dalam berdoa
dan menyerahkan seluruh hati, akal budi dan tenaga kita kepadaNya. Sikap batin yang perlu kita persiapkan dalam
melakukan Oratio yaitu :
1).
Kesadaran bahwa kita sebenarnya tidak mampu berdoa, tetapi Roh Kuduslah yang
memampukan kita dalam menjalankannya.
2).
Keterbukaan dan kesiapan kalender liturgi untuk membantu kita dalam menemukan
perikop perikop Kitab Suci untuk kita renungkan sesuai dengan misteri
kemanusiaan Kristus Yesus.
Oratio
merupakan doa yang diilhami oleh Sabda Allah dan yang daripadanya lahir sebuah
semangat hidup yang muncul dari roh yang ada dalam firman Allah. Setiap pribadi
mengungkapkan rasa syukur dan pertobatan secara berulang ulang untuk mengarahkan
batin kepada Allah Bapa. Jika kita setia melakukan metode metode ini, kita akan
dimampukan untuk menyatukan doa doa pada Sabda kebenaran firman Tuhan dan akan
membawa pengaruh yang positif terhadap tindakan dan perilaku kita setiap hari.
Kontemplatio
Kontemplatio
berarti memandang, memandang dengan keterserapan akan Allah. Proses bergulat
dengan Sabda Allah dalam tahap tahap doa Lectio Divina membawa kita sampai pada
pewahyuan Sabda Allah secara konkret untuk diri kita sendiri. Pada saat Sabda Allah
berproses dari budi menuju ke hati, kehendak dan tindakan kitapun menjadi kuat
didorong oleh pehwayuan Sang Sabda itu sendiri. Kita diserap dan hidup kita
ubah oleh Allah, seperti garam pada masakan demikianlah kontemplatio memberi
cita rasa pada hidup kita. Kontemplasi sebagai tahap akhir dari Lectio Divina yang
merupakan pujian sembah sujud walaupun dalam keheningan, namun cenderung juga
tetap bergaul dengan perkara duniawi, tetapi tidak terlepas dari segala sesuatu
berdasarkan kehendak Allah dan bijaksana dalam memilah hal yang benar dan
buruk.
Langkah langkah dalam melakukan
tahap Lectio Divina
1. Lectio
-
Siapkan Alkitab untuk mengambil salah
satu bagian teks yang akan digunakan sebagai bahan bacaan, dan siapkan alat
tulis untuk memberi tanda pada bagian bagian teks yang penting.
-
Kemudian tiap pribadi diminta untuk
membaca ulang teks tersebut dan mencatat poin penting berdasarkan pertanyaan
pertanyaan yang belum dipahami.
-
Setelah selesai sesi pembacaan teks
Alkitab dan sesi pencatatan poin pertanyaan dari teks Alkitab, pribadi akan
diajak untuk mengadakan doa hening sejenak meminta agar Roh Kudus turut bekerja
dalam proses doa Lectio Divina ini.
2. Meditatio
-
Tiap pribadi mulai menggali kebenaran
yang tersembunyi pada tiap tiap pertanyaan dari teks bacaan Alkitab dan mulai
menuliskan poin pertanyaan tersebut dalam buku catatan agar mudah diingat dan
bisa dibawa kemanapun.
-
Pemandu mengajak tiap pribadi masuk
dalam sesi hening untuk menguyah Sabda Allah tersebut dengan penuh rasa syukur
dan kerendahan hati dihadapan Tuhan dan merenungkan apa tujuan hal tersebut
dikatakan dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan.
-
Terakhir, memasuki waktu hening yang
diluangkan untuk berdoa yang cukup panjang dan sungguh sungguh dalam keadaan
tentram dan hening agar Tuhan dapat hadir dalam keheningan yang tampak pada
orang yang rendah hati dan mau mengakui segala penyesalan dan pertobatannya.
3. Oratio
Pemandu mengajak tiap
pribadi untuk memanjatkan doa menyanyikan lagu lagu pujian sesuai dengan teks
Kitab Suci yang dapat dinyanyikan dengan iringan musik atau tanpa iringan
musik.
4. Kontemplatio
Pada tahap ini tiap pribadi dapat
mengambil posisi duduk dalam keadaan hening dan mengambil waktu sekitar 10-20
menit dan coba menyadari apa yang telah dijelaskan bagaimana cara kita merespon
Sabda Allah dan merenungkan bagaimana kita dapat bertumbuh melalui Sabda Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar