Minggu, 19 Maret 2023

TES TENGAH SEMESTER SPIRITUALITAS KRISTEN

                      TES TENGAH SEMESTER SPIRITUALITAS KRISTEN

                                                        Dosen Pengampu :

                             Pdt. Simon Julianto, M.Si & Pdt. Sony Kristiantoro, M.Si

                         

 


                                                                 

                                TES TENGAH SEMESTER SPIRITUALITAS KRISTEN

                                                        Dosen Pengampu :

                             Pdt. Simon Julianto, M.Si & Pdt. Sony Kristiantoro, M.Si

                         

 

                                                                  Oleh :

                                                         Yolanda Sianturi 

 

                                                    FAKULTAS TEOLOGI

                             UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA

                                                                   2021

Arti Lectio Divina

 

             Apa itu Lectio Divina? Lectio Divina merupakan sebuah kalimat yang berasal dari bahasa Latin, yakni Lectio yang berarti bacaan dan Divina yang berarti Ilahi. Jadi secara sederhana, Doa Lectio Divina ini bertujuan untuk “pembacaan ilahi” yang mewakili teknik awalan sebuah doa hingga dapat diterapkan dalam praktik kehidupan manusia sehari hari. Tahap ini diawali dengan doa pribadi memohon kepada Allah untuk berkarya dalam hidup kita dan agar dapat memperbaharui kehidupan kita melalui Lectio Divina. 

           Lectino Divina membawa kita untuk membaca Kitab Suci yang mendorong suatu kerinduan agar kita dapat menjadi serupa dengan Kristus. Saat berdoa kita harus memohon bantuan daripada Roh Kudus agar Roh dapat membangkitkan iman kita serta membangunkan seluruh kemampuan yang ada pada diri kita untuk melakukan Sabda Tuhan. Sebaiknya jangan membaca Kitab Suci tanpa melakukan doa terlebih dahulu, kita harus berdoa meminta Roh Kudus menyertai kita dalam diam agar buah dalam hati kita bisa bertumbuh dan tidak sia sia. Roh Kudus ialah jiwa dari bagian Kitab Suci, maka Roh itu juga harus menjadi jiwa Lectio Divina, karena tanpa bimbingan daripada Roh Kudus, kita mungkin tidak bisa mengerti apa yang tertera dalam Kitab Suci karena kitab itu berasal dari pikiran dari Allah sendiri,yang disampaikan melalui Roh Kudus.

              Lectio Divina dapat dikatakan sebagai gaya hidup dalam menerapkan doa kontemplatif yang berpusat pada ajaran dan firman Allah. Tujuan utama dari praktek doa Lectio Divina ialah untuk mengajarkan kita kebenaran kebenaran yang disampaikan melalui Sabda Allah dan juga melibatkan rasa kerinduan untuk semakin mengenal Allah lebih dekat. Dalam tahap melakukan doa Lectio Divina terbagi atas empat tahap, yakni Lectio (membaca Sabda Allah), Meditatio (merenungkan Sabda Allah), Oratio (berkomunikasi dengan Allah), Contemplatio (memandang keterserapan akan Allah). Lectio dapat kita samakan seperti membawa makanan ke mulut, Meditatio yang mengunyah dan melumatkannya, Oratio yang mengecap rasanya dan Contemplatio ialah yang memberi nikmat dari rasa tersebut yang menghasilkan kebenaran firman Tuhan.

 

Tahap tahap dalam melakukan Lectio Divina

 

Lectio

Lectio berarti membaca Sabda, contohnya dalam analogi berpacaran. Seperti yang kita ketahui orang yang berpacaran pasti mempunyai waktu untuk pacarnya, demikian juga orang yang membaca sabda ia juga pasti meluangkan banyak waktu untuk bersabda. Dan saat orang berpacaran, mereka tidak puas jika hanya bertemu sekali saja tetapi pasti mereka ingin sekali sering bertemu tiap hari secara berulang ulang, demikian juga pada saat orang melakukan Lectio diharapkan berani untuk membaca sabda secara berulang ulang agar apa yang dibaca dapat semakin disadari dan dapat merasakan pewahyuan apa yang disampaikan pada saat itu. Pada bagian ini kita membaca teks Sabda Alkitab dengan rasa, bukan dengan tujuan untuk mengetahui atau memahami, maksud pembacaan Alkitab dengan rasa adalah ketika kita membaca Alkitab, kita sadar bahwa tujuan utama kita membaca ialah perubahan dan perbaikan atas diri kita.

 

Meditatio

Meditatio berarti merenungkan secara mendalam, secara analogi contohnya lebah madu. Pada saat lebah madu keluar dari sarangnya untuk bertemu dengan bunga bunga, yang dilakukan adalah lebah mengambil sari sari bunga dan kembali ke sarangnya untuk mengubah sari bunga itu menjadi madu. Demikian juga setelah kita lewat proses Lectio menemukan inti pesan, maka kita diharapkan kembali masuk kedalam diri kita untuk menggunakan Sabda Tuhan sebagai cermin untuk menangkap pesan Tuhan dalam konteks hidup kita saat ini. Kita bisa belajar dari lebah untuk mendapatkan madu tidak mungkin sekali kerja langsung jadi, demikian juga sebenarnya proses meditatio dalam merenungkan tidak bisa sekali jadi, kita perlu mengulang ulang Sabda Tuhan itu sampai akhirnya menemukan pesan untuk melihat pribadi kita saat ini. Intinya kita harus merenungkannya berulang ulang seperti terus mengunyah Sabda Tuhan dengan hati dan kerinduan agar kita dapat merasakan kebenaran akan firman Tuhan. Ini berarti bahwa ketika kita menyimpan Sabda Tuhan dalam hati dan terus mengingatnya, kita sebenarnya sudah membawa hidup kita dalam kebijaksanaan dan dalam jalan kebenaran Allah.

Oratio

Oratio berarti berdoa atau berkomunikasi dengan Allah. Tahap ini dilakukan dengan memilih suatu bacaan teks Alkitab yang berkesan dan menjadikannya seperti kalimat doa yang pendek. Didalam tahap ini kita memiliki ruang yang lebih luas untuk menanggapi Sabda Tuhan secara lebih detail dan juga membentuk sebuah komitmen dengan Allah. Tujuan utama dari Oratio ialah agar memampukan kita dalam berdoa dan menyerahkan seluruh hati, akal budi dan tenaga kita kepadaNya.  Sikap batin yang perlu kita persiapkan dalam melakukan Oratio yaitu :

1). Kesadaran bahwa kita sebenarnya tidak mampu berdoa, tetapi Roh Kuduslah yang memampukan kita dalam menjalankannya.

2). Keterbukaan dan kesiapan kalender liturgi untuk membantu kita dalam menemukan perikop perikop Kitab Suci untuk kita renungkan sesuai dengan misteri kemanusiaan Kristus Yesus.

Oratio merupakan doa yang diilhami oleh Sabda Allah dan yang daripadanya lahir sebuah semangat hidup yang muncul dari roh yang ada dalam firman Allah. Setiap pribadi mengungkapkan rasa syukur dan pertobatan secara berulang ulang untuk mengarahkan batin kepada Allah Bapa. Jika kita setia melakukan metode metode ini, kita akan dimampukan untuk menyatukan doa doa pada Sabda kebenaran firman Tuhan dan akan membawa pengaruh yang positif terhadap tindakan dan perilaku kita setiap hari.

Kontemplatio

Kontemplatio berarti memandang, memandang dengan keterserapan akan Allah. Proses bergulat dengan Sabda Allah dalam tahap tahap doa Lectio Divina membawa kita sampai pada pewahyuan Sabda Allah secara konkret untuk diri kita sendiri. Pada saat Sabda Allah berproses dari budi menuju ke hati, kehendak dan tindakan kitapun menjadi kuat didorong oleh pehwayuan Sang Sabda itu sendiri. Kita diserap dan hidup kita ubah oleh Allah, seperti garam pada masakan demikianlah kontemplatio memberi cita rasa pada hidup kita. Kontemplasi sebagai tahap akhir dari Lectio Divina yang merupakan pujian sembah sujud walaupun dalam keheningan, namun cenderung juga tetap bergaul dengan perkara duniawi, tetapi tidak terlepas dari segala sesuatu berdasarkan kehendak Allah dan bijaksana dalam memilah hal yang benar dan buruk.

 

Langkah langkah dalam melakukan tahap Lectio Divina

1.      Lectio

-          Siapkan Alkitab untuk mengambil salah satu bagian teks yang akan digunakan sebagai bahan bacaan, dan siapkan alat tulis untuk memberi tanda pada bagian bagian teks yang penting.

-          Kemudian tiap pribadi diminta untuk membaca ulang teks tersebut dan mencatat poin penting berdasarkan pertanyaan pertanyaan yang belum dipahami.

-          Setelah selesai sesi pembacaan teks Alkitab dan sesi pencatatan poin pertanyaan dari teks Alkitab, pribadi akan diajak untuk mengadakan doa hening sejenak meminta agar Roh Kudus turut bekerja dalam proses doa Lectio Divina ini.

2.      Meditatio

-          Tiap pribadi mulai menggali kebenaran yang tersembunyi pada tiap tiap pertanyaan dari teks bacaan Alkitab dan mulai menuliskan poin pertanyaan tersebut dalam buku catatan agar mudah diingat dan bisa dibawa kemanapun.

-          Pemandu mengajak tiap pribadi masuk dalam sesi hening untuk menguyah Sabda Allah tersebut dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati dihadapan Tuhan dan merenungkan apa tujuan hal tersebut dikatakan dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan.

-          Terakhir, memasuki waktu hening yang diluangkan untuk berdoa yang cukup panjang dan sungguh sungguh dalam keadaan tentram dan hening agar Tuhan dapat hadir dalam keheningan yang tampak pada orang yang rendah hati dan mau mengakui segala penyesalan dan pertobatannya.

3.      Oratio

Pemandu mengajak tiap pribadi untuk memanjatkan doa menyanyikan lagu lagu pujian sesuai dengan teks Kitab Suci yang dapat dinyanyikan dengan iringan musik atau tanpa iringan musik.

4.      Kontemplatio

Pada tahap ini tiap pribadi dapat mengambil posisi duduk dalam keadaan hening dan mengambil waktu sekitar 10-20 menit dan coba menyadari apa yang telah dijelaskan bagaimana cara kita merespon Sabda Allah dan merenungkan bagaimana kita dapat bertumbuh melalui Sabda Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar