Yolanda Sianturi
Yolanda Sianturi
Nama : Yohana Yolanda Sianturi, Citacita : Artis Terkenal, anak ke 2 dari 4 Bersaudara
Jumat, 24 Maret 2023
Minggu, 19 Maret 2023
TES TENGAH SEMESTER SPIRITUALITAS KRISTEN
TES TENGAH SEMESTER SPIRITUALITAS KRISTEN
Dosen Pengampu :
Pdt. Simon Julianto, M.Si & Pdt. Sony Kristiantoro, M.Si
TES TENGAH SEMESTER SPIRITUALITAS
KRISTEN
Dosen Pengampu :
Pdt. Simon Julianto, M.Si & Pdt. Sony
Kristiantoro, M.Si
Oleh :
Yolanda Sianturi
FAKULTAS TEOLOGI
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA
2021
Arti Lectio Divina
Apa itu Lectio Divina? Lectio Divina
merupakan sebuah kalimat yang berasal dari bahasa Latin, yakni Lectio yang
berarti bacaan dan Divina yang berarti Ilahi. Jadi secara sederhana, Doa Lectio
Divina ini bertujuan untuk “pembacaan ilahi” yang mewakili teknik awalan sebuah
doa hingga dapat diterapkan dalam praktik kehidupan manusia sehari hari. Tahap
ini diawali dengan doa pribadi memohon kepada Allah untuk berkarya dalam hidup
kita dan agar dapat memperbaharui kehidupan kita melalui Lectio Divina.
Lectino Divina membawa kita untuk
membaca Kitab Suci yang mendorong suatu kerinduan agar kita dapat menjadi
serupa dengan Kristus. Saat berdoa kita harus memohon bantuan daripada Roh
Kudus agar Roh dapat membangkitkan iman kita serta membangunkan seluruh
kemampuan yang ada pada diri kita untuk melakukan Sabda Tuhan. Sebaiknya jangan
membaca Kitab Suci tanpa melakukan doa terlebih dahulu, kita harus berdoa
meminta Roh Kudus menyertai kita dalam diam agar buah dalam hati kita bisa
bertumbuh dan tidak sia sia. Roh Kudus ialah jiwa dari bagian Kitab Suci, maka
Roh itu juga harus menjadi jiwa Lectio Divina, karena tanpa bimbingan daripada
Roh Kudus, kita mungkin tidak bisa mengerti apa yang tertera dalam Kitab Suci
karena kitab itu berasal dari pikiran dari Allah sendiri,yang disampaikan
melalui Roh Kudus.
Lectio Divina dapat dikatakan sebagai gaya
hidup dalam menerapkan doa kontemplatif yang berpusat pada ajaran dan firman
Allah. Tujuan utama dari praktek doa Lectio Divina ialah untuk mengajarkan kita
kebenaran kebenaran yang disampaikan melalui Sabda Allah dan juga melibatkan
rasa kerinduan untuk semakin mengenal Allah lebih dekat. Dalam tahap melakukan
doa Lectio Divina terbagi atas empat tahap, yakni Lectio (membaca Sabda Allah),
Meditatio (merenungkan Sabda Allah), Oratio (berkomunikasi dengan Allah), Contemplatio
(memandang keterserapan akan Allah). Lectio dapat kita samakan seperti membawa
makanan ke mulut, Meditatio yang mengunyah dan melumatkannya, Oratio yang
mengecap rasanya dan Contemplatio ialah yang memberi nikmat dari rasa tersebut
yang menghasilkan kebenaran firman Tuhan.
Tahap tahap dalam melakukan Lectio
Divina
Lectio
Lectio
berarti membaca Sabda, contohnya dalam analogi berpacaran. Seperti yang kita
ketahui orang yang berpacaran pasti mempunyai waktu untuk pacarnya, demikian
juga orang yang membaca sabda ia juga pasti meluangkan banyak waktu untuk
bersabda. Dan saat orang berpacaran, mereka tidak puas jika hanya bertemu
sekali saja tetapi pasti mereka ingin sekali sering bertemu tiap hari secara
berulang ulang, demikian juga pada saat orang melakukan Lectio diharapkan
berani untuk membaca sabda secara berulang ulang agar apa yang dibaca dapat
semakin disadari dan dapat merasakan pewahyuan apa yang disampaikan pada saat
itu. Pada bagian ini kita membaca teks Sabda Alkitab dengan rasa, bukan dengan
tujuan untuk mengetahui atau memahami, maksud pembacaan Alkitab dengan rasa
adalah ketika kita membaca Alkitab, kita sadar bahwa tujuan utama kita membaca
ialah perubahan dan perbaikan atas diri kita.
Meditatio
Meditatio
berarti merenungkan secara mendalam, secara analogi contohnya lebah madu. Pada
saat lebah madu keluar dari sarangnya untuk bertemu dengan bunga bunga, yang
dilakukan adalah lebah mengambil sari sari bunga dan kembali ke sarangnya untuk
mengubah sari bunga itu menjadi madu. Demikian juga setelah kita lewat proses
Lectio menemukan inti pesan, maka kita diharapkan kembali masuk kedalam diri
kita untuk menggunakan Sabda Tuhan sebagai cermin untuk menangkap pesan Tuhan
dalam konteks hidup kita saat ini. Kita bisa belajar dari lebah untuk
mendapatkan madu tidak mungkin sekali kerja langsung jadi, demikian juga
sebenarnya proses meditatio dalam merenungkan tidak bisa sekali jadi, kita
perlu mengulang ulang Sabda Tuhan itu sampai akhirnya menemukan pesan untuk
melihat pribadi kita saat ini. Intinya kita harus merenungkannya berulang ulang
seperti terus mengunyah Sabda Tuhan dengan hati dan kerinduan agar kita dapat
merasakan kebenaran akan firman Tuhan. Ini berarti bahwa ketika kita menyimpan
Sabda Tuhan dalam hati dan terus mengingatnya, kita sebenarnya sudah membawa
hidup kita dalam kebijaksanaan dan dalam jalan kebenaran Allah.
Oratio
Oratio
berarti berdoa atau berkomunikasi dengan Allah. Tahap ini dilakukan dengan
memilih suatu bacaan teks Alkitab yang berkesan dan menjadikannya seperti
kalimat doa yang pendek. Didalam tahap ini kita memiliki ruang yang lebih luas
untuk menanggapi Sabda Tuhan secara lebih detail dan juga membentuk sebuah komitmen
dengan Allah. Tujuan utama dari Oratio ialah agar memampukan kita dalam berdoa
dan menyerahkan seluruh hati, akal budi dan tenaga kita kepadaNya. Sikap batin yang perlu kita persiapkan dalam
melakukan Oratio yaitu :
1).
Kesadaran bahwa kita sebenarnya tidak mampu berdoa, tetapi Roh Kuduslah yang
memampukan kita dalam menjalankannya.
2).
Keterbukaan dan kesiapan kalender liturgi untuk membantu kita dalam menemukan
perikop perikop Kitab Suci untuk kita renungkan sesuai dengan misteri
kemanusiaan Kristus Yesus.
Oratio
merupakan doa yang diilhami oleh Sabda Allah dan yang daripadanya lahir sebuah
semangat hidup yang muncul dari roh yang ada dalam firman Allah. Setiap pribadi
mengungkapkan rasa syukur dan pertobatan secara berulang ulang untuk mengarahkan
batin kepada Allah Bapa. Jika kita setia melakukan metode metode ini, kita akan
dimampukan untuk menyatukan doa doa pada Sabda kebenaran firman Tuhan dan akan
membawa pengaruh yang positif terhadap tindakan dan perilaku kita setiap hari.
Kontemplatio
Kontemplatio
berarti memandang, memandang dengan keterserapan akan Allah. Proses bergulat
dengan Sabda Allah dalam tahap tahap doa Lectio Divina membawa kita sampai pada
pewahyuan Sabda Allah secara konkret untuk diri kita sendiri. Pada saat Sabda Allah
berproses dari budi menuju ke hati, kehendak dan tindakan kitapun menjadi kuat
didorong oleh pehwayuan Sang Sabda itu sendiri. Kita diserap dan hidup kita
ubah oleh Allah, seperti garam pada masakan demikianlah kontemplatio memberi
cita rasa pada hidup kita. Kontemplasi sebagai tahap akhir dari Lectio Divina yang
merupakan pujian sembah sujud walaupun dalam keheningan, namun cenderung juga
tetap bergaul dengan perkara duniawi, tetapi tidak terlepas dari segala sesuatu
berdasarkan kehendak Allah dan bijaksana dalam memilah hal yang benar dan
buruk.
Langkah langkah dalam melakukan
tahap Lectio Divina
1. Lectio
-
Siapkan Alkitab untuk mengambil salah
satu bagian teks yang akan digunakan sebagai bahan bacaan, dan siapkan alat
tulis untuk memberi tanda pada bagian bagian teks yang penting.
-
Kemudian tiap pribadi diminta untuk
membaca ulang teks tersebut dan mencatat poin penting berdasarkan pertanyaan
pertanyaan yang belum dipahami.
-
Setelah selesai sesi pembacaan teks
Alkitab dan sesi pencatatan poin pertanyaan dari teks Alkitab, pribadi akan
diajak untuk mengadakan doa hening sejenak meminta agar Roh Kudus turut bekerja
dalam proses doa Lectio Divina ini.
2. Meditatio
-
Tiap pribadi mulai menggali kebenaran
yang tersembunyi pada tiap tiap pertanyaan dari teks bacaan Alkitab dan mulai
menuliskan poin pertanyaan tersebut dalam buku catatan agar mudah diingat dan
bisa dibawa kemanapun.
-
Pemandu mengajak tiap pribadi masuk
dalam sesi hening untuk menguyah Sabda Allah tersebut dengan penuh rasa syukur
dan kerendahan hati dihadapan Tuhan dan merenungkan apa tujuan hal tersebut
dikatakan dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan.
-
Terakhir, memasuki waktu hening yang
diluangkan untuk berdoa yang cukup panjang dan sungguh sungguh dalam keadaan
tentram dan hening agar Tuhan dapat hadir dalam keheningan yang tampak pada
orang yang rendah hati dan mau mengakui segala penyesalan dan pertobatannya.
3. Oratio
Pemandu mengajak tiap
pribadi untuk memanjatkan doa menyanyikan lagu lagu pujian sesuai dengan teks
Kitab Suci yang dapat dinyanyikan dengan iringan musik atau tanpa iringan
musik.
4. Kontemplatio
Pada tahap ini tiap pribadi dapat
mengambil posisi duduk dalam keadaan hening dan mengambil waktu sekitar 10-20
menit dan coba menyadari apa yang telah dijelaskan bagaimana cara kita merespon
Sabda Allah dan merenungkan bagaimana kita dapat bertumbuh melalui Sabda Allah.
Mata Kuliah : Pengantar Hermeneutik Perjanjian Lama B
Nama : Yolanda Sianturi
NIM : 712021260
Mata
Kuliah : Pengantar Hermeneutik
Perjanjian Lama B
1. Kejadian
·
Penulis Kitab : Musa
·
Tahun Penulisan Kitab : + 1445 -- 1405
SM
·
Tempat Penulisan Kitab : Padang
Belantara
·
Sejarah Singkat Penulisan Kitab: Kejadian
mencatat penciptaan, permulaan sejarah manusia, dan asal mula umat Ibrani dan
perjanjian Allah dengan mereka melalui Abraham dan leluhur lainnya dengan
tepat. Ketepatan sejarahnya selaku Alkitab yang terilham dipastikan dalam PB oleh
Tuhan Yesus. Sejarah Kejadian masih diperkuat oleh berbagai penemuan purbakala
pada zaman modern. Musa dipersiapkan secara luar biasa melalui pendidikan (Kis
7:22) dan oleh Allah untuk menulis kitab pertama yang unik dalam Alkitab.
·
Tujuan Penulisan Kitab: Kejadian menyediakan suatu landasan hakiki bagi
Pentateukh dan semua penyataan Alkitabiah selanjutnya. Kejadian memelihara
satu-satunya catatan yang dapat dipercaya mengenai awal alam semesta, umat
manusia, perkawinan, dosa, kota-kota, bahasa-bahasa, bangsa-bangsa, Israel dan
sejarah penebusan. Kejadian ditulis sesuai dengan tujuan Allah untuk memberikan
umat perjanjian-Nya suatu pemahaman mendasar tentang diri-Nya, ciptaan, umat
manusia, kejatuhan, kematian, penghakiman, perjanjian, dan janji penebusan
melalui keturunan Abraham.
·
Tema
Penting Dalam Kitab : Dosa manusia, langkah pertama yang diambil untuk
pembebasan/penebusannya lewat perjanjian ilahi yang dibuat dengan suku bangsa
yang dipilih yang sejarah awalnya digambarkan di sini.
·
Tokoh
Penting Dalam Kitab
Henokh orang yang
bergaul dengan Allah, Nuh pembuat
Bahtera, Abraham Bapa Orang Beriman, Yakub
orang yang hidupnya diubah oleh doa, dan Yusuf anak Yakub yang diangkat
dari perbudakan menjadi perdana menteri Mesir.
·
Peristiwa
Penting Dalam Alkitab : Kitab tentang asal mula. asal mula alam semesta, umat
manusia dan lainnya, dan sebagian besar merupakan catatan tentang sejarah
mula-mula dari keluarga yang dipilih.
2.
Keluaran
·
Penulis :
Musa
·
Tahun
Penulisan : Sekitar 1445 – 1405 SM
·
Tempat Penulisan
: Padang Belantara
·
Sejarah
Penulisan : Keluaran melanjutkan
kisah yang dimulaikan dalam Kejadian. Judul kitab ini diambil dari kata Yunani
exodos (judul yang dipakai di Septuaginta, yaitu PL dalam bahasa Yunani) yang
artinya "keluaran" atau "keberangkatan." Kata ini menunjuk
kepada pembebasan bangsa Israel secara luar biasa dari perhambaan di Mesir oleh
Allah dan keberangkatan mereka dari negeri itu sebagai umat Allah.
·
Tujuan
Penulisan : Keluaran ditulis untuk memberikan laporan tentang tindakan-tindakan
Allah yang bersejarah dan bersifat menebus sehingga Israel dibebaskan dari
Mesir, ditetapkan sebagai bangsa pilihan-Nya, dan diberi penyataan tertulis
mengenai perjanjian-Nya dengan mereka. Kitab ini juga ditulis sebagai mata
rantai yang teramat penting dalam keseluruhan penyataan diri Allah yang
bertahap-tahap yang mencapai puncaknya di dalam diri Yesus Kristus dan dalam
PB.
·
Tema
Penting : Perbudakan, pembebasan, dan permulaan sejarah bangsa Israel dalam
perjalanannya ke Kanaan, dibawah pimpinan Musa.
·
Tokoh
Penting : Musa: Memimpin orang Ibrani keluar dari Mesir dan menuju Kanaan, Harun
: kakak Musa, Miriam : saudara perempuan Musa Firaun : Penguasa Mesir yang
tidak disebutkan namanya, bertanggung jawab untuk menjaga orang Ibrani
diperbudak.
·
Peristiwa
Penting :
Orang Israel ditindas di Mesir (1:1–22), Musa lahir dan diselamatkan (2:1–10),
Musa membela bangsanya Ia lari ke tanah Midian (2:11–22), Musa diutus TUHAN
(2:23-4:17), Musa kembali ke Mesir (4:18–31), Musa menghadap Firaun bangsa
Israel makin ditindas (5:1–24), Pengutusan Musa (6:1–12), Nenek moyang Musa dan
Harun (6:13–26).
3.
Imamat
·
Penulis : Musa
·
Tahun Penulisan : 1445 – 1405 SM
·
Tempat Penulisan : Padang Belantara
·
Sejarah Penulisan : Imamat berhubungan erat dengan kitab
Keluaran yang diakhiri dengan datangnya Yang Kudus untuk tinggal di dalam Kemah
Suci yang baru saja didirikan itu (Kel 40:34). Imamat berisi pengarahan yang
diberikan Allah kepada Musa selama dua bulan di antara selesainya pembangunan
Kemah Suci dan keberangkatan Israel dari Gunung Sinai. Judul "Imamat"
diambil bukan dari Alkitab bahasa Ibrani, tetapi dari terjemahan Yunani dan
Latin. Judul ini mungkin membuat orang berpikir bahwa kitab Imamat hanya
membahas imam-imam Lewi; akan tetapi, tidak demikian halnya karena sebagian
besar kitab ini berkenaan dengan seluruh bangsa Israel.
·
Tujuan Penulisan : Imamat ditulis untuk mengajar bangsa Israel
dan para imam perantara mereka mengenai cara menghampiri Allah melalui darah
pendamaian dan untuk menjelaskan standar kehidupan kudus yang ditetapkan Allah
bagi umat pilihan-Nya.
·
Tema Penting : Kitab Hukum mengenai moral. ketahiran, makanan
dan lain-lain. Kitab ini mengajarkan jalan masuk kepada Allah melalui
korban-korban persembahan.
·
Tokoh Penting : Tokoh utama dalam kitab ini adalah Harun,
seorang dari Suku Lewi. Tugas keimaman yang dilukiskan dalam kitab ini terbatas
pada putra-putranya yang kepada mereka diberikan tugas untuk melaksanakan
pelayanan imam.
·
Peristiwa Penting : Korban Bakaran, Korban penghapus Dosa, Persembahan
bakaran, Korban sajian, Korban penghapusan dosa, Upacara tentang persembahan
untuk perdamaian, Upacara pentahbisan, Upacara konsekrasi, Harun memberi
kurban, Nasib Nadab dan Abihu, Peraturan tentang makanan yang dikuduskan,
Binatang haram dan tidak haram, Pemurnian setelah melahirkan, Dalil tentang
kusta.
4.
Bilangan
·
Penulis : Musa
·
Tahun penulis : + 1405 SM
·
Tempat Penulis : Padang Belantara & Dataran Moab
·
Sejarah Penulis : Secara kronologis, Bilangan merupakan
sambungan sejarah yang dicatat di kitab Keluaran. Bilangan mencatat
pemberontakan serius Israel di Kadesy dan hukumannya di padang gurun selama 39
tahun, sehingga Allah membawa suatu angkatan orang Israel yang baru ke dataran
Moab, yang terletak di seberang Sungai Yordan dari Yeriko dan tanah perjanjian.
Rupanya Musa mencatat dalam buku hariannya sepanjang pengembaraan di padang
gurun dan kemudian menyusun isi kitab Bilangan dalam bentuk narasi menjelang
kematiannya. Kebiasaan Musa untuk menyebut dirinya dengan kata ganti orang
ketiga memang biasa dilakukan dalam tulisan-tulisan kuno dan karena itu tidak
melemahkan kredibilitasnya sebagai penulisan.
·
Tujuan Penulisan: Bilangan ditulis untuk mengisahkan mengapa
Israel tidak langsung masuk tanah perjanjian setelah meninggalkan Gunung Sinai.
Bilangan menggambarkan tuntutan Allah akan iman dari umat-Nya, balasan dan
hukuman-Nya atas pemberontakan, dan bagaimana maksud-Nya yang berkelanjutan itu
akhirnya diwujudkan.
·
Tema Penting: Kitab tentang pengembaraan bangsa israel. Empat
puluh tahun mengembara di padang gurun.
·
Tokoh Penting : Tokoh yang paling penting di dalam Kitab ini
adalah Musa dan Harun.
·
Peristiwa Penting : Dosa Musa dan Harun, Perjalanan ke daerah
Moab, Balak memanggil Bileam, Hak waris bagi anak-anak perempuan, Yosua
mengganti Musa, Korban pagi dan korban petang, Pembalasan kepada orang-orang,
Penyerahan daerah sebelah timur sungai Yordan, Batas-batas tanah Kanaan.
5.
Ulangan
·
Penulis : Musa
·
Tahun Penulisan : 1405 SM
·
Tempat Penulisan : Dataran Moab
·
Sejarah Penulisan : Generasi yang yang pertama dari
bangsa Israel telah mati di padang gurun; Oleh karena itu hukum penting untuk
diulang dan dijelaskan kepada generasi yang baru sebelum mereka memasuki Tanah
Perjanjian.
·
Tujuan Penulisan : Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua
untuk penaklukan Kanaan, maksud Musa mula-mula ialah untuk menasihati dan
mengarahkan angkatan Israel yang baru tentang perbuatan-perbuatan perkasa dan
janji-janji Allah, kewajiban mereka bertalian dengan perjanjian untuk beriman
dan taat, dan perlunya mereka menyerahkan diri untuk takut kepada Tuhan, hidup
di dalam kehendak-Nya, serta mengasihi dan menghormati Dia dengan segenap hati,
jiwa, dan kekuatan mereka.
·
Tema Penting : Pengulangan Hukum yang telah dinyatakan di Sinai,
dengan ajakan untuk taat, diselingi ulasan pengalaman generasi yang lalu.
·
Tokoh Penting : Tokoh paling penting di dalam Kitab ini adalah Musa
·
Peristiwa Penting : Pengulangan perjanjian Allah dengan bangsa
Israel di masa lalu, Pengulangan sepuluh perintah, Undang undang hukum
dipelajai di Kanaan, Penjelasan tambahan tentang penglihatan terakhir dan
kematian Musa.
6.
Yosua
·
Penulis : Yosua
·
Tahun : + 1445 – 1405 SM
·
Tempat : Kanaan
·
Sejarah : Kitab Yosua merupakan kelanjutan sejarah Pentateukh, Kitab
ini mencatat peristiwa Israel menyeberangi Sungai Yordan memasuki Kanaan
setelah Musa wafat, dan juga penaklukan dan menetapnya kedua belas suku Israel
di Kanaan di bawah pemimpin Yosua.
·
Tujuan : Kitab Yosua ditulis sebagai catatan mengenai kesetiaan Allah
dalam menggenapi janji-janji perjanjian-Nya kepada Israel mengenai tanah
Kanaan. Kekerasan di dalam kitab ini harus dilihat dari perspektif ini.
Arkeologi menegaskan bahwa kebejatan dan kekejaman yang merajalela menjadi ciri
khas dari suku-suku Kanaan yang diganti oleh Israel.
·
Tema : Sebuah catatan tentang penaklukan Kanaan dibawah pimpinan
Yosua, dan pembagian tanah kepada keduabelas suku.
·
Tokoh : Tokoh penting dalam Kitab ini adalah Yosua
·
Peristiwa : Kanaan direbut, Tanah dibagi-bagi, Tanah di sebelah Utara &
Barat Sungai Yordan, Kota-kota untuk orang-orang Lewi, Suku-suku di bagian
timur kembali ke wilayah mereka, Pidato Yosua sebelum ia meninggal, Perjanjian
dikukuhkan kembali di Sikhem.
7.
Hakim Hakim
·
Penulis : Samuel
·
Tahun : 1050 - 1000 SM
·
Tempat : Israel
·
Sejarah : Kitab Hakim-Hakim menjadi mata rantai utama
sejarah di antara zaman Yosua dengan zaman raja-raja Israel. Yang pasti ialah:
kitab ini mencatat dan menilai masa para hakim dari segi perjanjian (mis. Hak
2:1-5). Musa sudah menubuatkan bahwa penindasan oleh bangsa-bangsa asing akan
menimpa bangsa Israel sebagai salah satu kutukan Allah jikalau mereka
menyimpang dari perjanjian. Kitab Hakim-Hakim menggarisbawahi kenyataan nubuat
tersebut dalam sejarah.
·
Tujuan : Dari segi sejarah, Hakim-Hakim memberikan catatan utama sejarah
Israel di tanah perjanjian sejak kematian Yosua hingga masa Samuel. Dari segi
teologi, kitab ini mengungkapkan kemerosotan rohani dan moral dari suku-suku
Israel setelah menetap di negeri itu, serta menunjukkan dengan jelas
dampak-dampak yang merugikan yang senantiasa terjadi apabila Israel melupakan
perjanjian mereka dengan Allah dan mulai mengikuti berhala dan kebejatan.
·
Tema : Sejarah tentang keenam kali perhambaan terhadap Israel
dan macam-macam cara pembebasan tanah tersebut melalui limabelas hakim.
·
Tokoh : Ada beberapa hakim yang dijelaskan dalam Kitab Hakim-hakim antara
lain Otniel, Ehud, Samgar, Debora, Barak, Gideon, Tola, Yair, Yefta, Ebzan,
Elon, Abdon, dan Simson.
·
Peristiwa: Penaklukan Daerah Selatan&Utara, Penaklukan
Daerah Utara, Malaikat Tuhan dan Pelanggaran Perjanjian, Israel Pada Masa
Hakim-hakim, Pengenalan Zaman Hakim-hakim, Kemenangan Atas Orang Kanaan, Gideon
Melawan Midian.
8.
Rut
·
Penulis : Samuel
·
Tahun : Abad ke-10 SM
·
Tempat : Israel
·
Sejarah : Secara historis, kitab ini menguraikan berbagai peristiwa dalam
kehidupan suatu keluarga Israel pada zaman para hakim, Karena kitab ini hanya
merunut keturunan Rut sampai Raja Daud, mungkin sekali kitab ini ditulis pada
zaman pemerintahan Daud. Penulis kitab ini tidak pernah disebutkan dalam Alkitab,
sekalipun tradisi Yahudi menyebutkan Samuel sebagai penulisnya.
·
Tujuan : Rut ditulis untuk menguraikan bagaimana melalui kasih yang
berkorban dan pelaksanaan hukum Allah yang benar, seorang wanita muda Moab yang
saleh menjadi buyut raja Israel, Daud. Kitab ini juga ditulis untuk
melestarikan sebuah kisah indah dari zaman hakim-hakim mengenai sebuah keluarga
saleh yang kesetiaannya dalam penderitaan sangat kontras dengan kemerosotan
rohani dan moral yang umum di Israel pada masa itu.
·
Tema : Cerita pastoral yang indah dimana Rut mucul sebagai nenek
moyang Raja Daud dan Yesus Kristus.
·
Tokoh : Tokoh penting dalam Kitab ini yaitu antara lain Rut,
Naomi, Boas, Elimelek, Mahlon, Orpa, Kilyon.
·
Peristiwa : Kemalangan Naomi, Keputusan Naomi untuk Meninggalkan Moab, Kasih
Rut yang Setia, Rut Bertemu dengan Boas di Ladang Waktu Panen, Pemeliharaan
Allah dalam Keputusan Rut, Pengarahan Naomi Mengenai Boas, Pernikahan dan
Seorang Putra, Perwujudan Harapan Naomi.
9.
I Samuel
·
Penulis : Samuel; Gad; Natan
·
Tahun : Akhir abad ke-10 SM
·
Tempat : Israel
·
Sejarah : Di PL Ibrani, 1 dan 2 Samuel merupakan satu kitab, keduanya
diberi nama menurut nabi Samuel, tokoh yang sangat dihormati sebagai seorang
pemimpin rohani Israel yang tangguh dan yang dipakai Allah untuk mengatur
kerajaan teokratis. 1 Samuel meliputi hampir seratus tahun sejarah Israel -
dari kelahiran Samuel hingga wafatnya Saul (sekitar 1105-1010 SM). Kemungkinan
besar kitab ini diselesaikan tidak lama sesudah tahun 930 SM, karena 1 Samuel
tampaknya menunjuk kepada pecahnya kerajaan dan 2 Samuel berakhir dengan
hari-hari terakhir Daud.
·
Tujuan : Kitab ini menguraikan titik peralihan yang kritis dalam sejarah
Israel dari kepemimpinan para hakim kepada pemerintahan seorang raja. Kitab ini
menunjukkan dengan jelas bahwa ketidaktaatan Saul dan pelanggarannya terhadap
tuntutan-tuntutan teokratis jabatannya membuat Allah menolak dan
menggantikannya sebagai raja.
·
Tema : Kisah hidup Samuel, dimulai dengan tahun-tahun permulaan jaman
kerajaan di Israel dibawah pemerintahan Saul dan Daud.
·
Tokoh : Samuel sebagai Hakim yang terakhir, Saul sebagai Raja pertama
Israel, Daud sebagai Raja Israel yang pandai dalam berbagai hal.
·
Peristiwa : Kelahiran dan Pengabdian Samuel, Panggilan Samuel dan masa Kecil
yang luar biasa, Kekalahan Filistin melalui Doa Samuel, Tuntutan bangsa Israel
untuk seorang Raja, Saul Dipilih, dan Diurapi menjadi Raja, Kekerasan hati
Saul, dan Nubuat Samuel, Pembebasan Israel oleh Yonatan, Daud Diurapi menjadi
Raja, Daud membunuh raksasa Goliat, Penganiayaan Saul terhadap Daud,
Tajun-tahun terakhir pemerintahan Saul, dan bunuh dirinya.
10. II Samuel
·
Penulis : Gad; Natan
·
Tahun : Akhir abad ke-10 SM
·
Tempat : Israel
·
Sejarah : Karena Kitab 1 dan 2 Samuel pada mulanya menjadi satu
kitab dalam PL Ibrani, latar belakang 2 Samuel dibahas secara lebih terinci
pada permulaan 1 Samuel. Perlu diperhatikan di sini bahwa jikalau 1 Samuel
meliputi sejarah selama hampir satu abad, dari kelahiran Samuel hingga kematian
Saul (sekitar tahun 1105-1010 SM), maka 2 Samuel hanya mencatat pemerintahan
Daud, suatu masa yang lamanya 40 tahun (sekitar 1010-970 SM).
·
Tujuan : 2 Samuel melanjutkan sejarah yang bersifat nubuat dari sifat
teokratis kerajaan Israel. Kitab ini secara mendalam mengilustrasikan dari
kehidupan pribadi dan pemerintahan Daud syarat-syarat perjanjian sebagaimana
dikemukakan Musa dalam kitab Ulangan: ketaatan pada perjanjian menghasilkan
berkat-berkat Allah; pengabaian hukum Allah mengakibatkan kutukan dan hukuman.
·
Tema : Kisah hidup Samuel, dimulai dengan tahun-tahun permulaan jaman
kerajaan di Israel dibawah pemerintahan Saul dan Daud.
·
Tokoh : Tokoh yang penting dalam Kitab ini adalah Daud.
·
Peristiwa : Pemerintahan Daud atas Yehuda, Pemerintahan Daud
atas seluruh Israel, Daud dan Batsyeba, Musibah dan kesulitan-kesulitan.
11. I Raja-Raja
·
Penulis : Yeremia
·
Tahun : Sekitar 560-550 SM
·
Tempat : Yehuda
·
Sejarah : 1 dan 2 Raja-Raja langsung melanjutkan sejarah yang tercatat
dalam 1 dan 2 Samuel, keempat kitab ini secara selektif meliput seluruh sejarah
para raja Israel dan Yehuda. 1 dan 2 Raja-Raja bermula menjadi satu kitab dalam
PL Ibrani; oleh karena itu masalah kepenulisan berkaitan dengan keduanya
sebagai satu kitab.
·
Tujuan : 1 dan 2 Raja-Raja ditulis untuk memberikan kepada orang Ibrani
agar dapat memahami mengapa bangsa itu terpecah pada tahun 930 SM, mengapa
kerajaan Israel di utara jatuh pada tahun 722 SM, dan mengapa kerajaan Daud dan
Yerusalem jatuh pada tahun 586 SM.
·
Tema : Permulaan sejarah kerajaan Israel, dan kemudian pecahnya
Kerajaan. Pelaku kepahlawanan Elia dan Elisa muncul.
·
Tokoh : Daud (hari tua, kematian dan penggantinya), Salomo
(pembangunan Bait Allah dan perpecahan kerajaan), Yerobeam bin Nebat, raja
pertama Kerajaan Israel Utara (atau Kerajaan Israel), Asa raja Kerajaan Yehuda,
Yosafat (raja Yehuda), Ahab (raja Israel), Nabi Elia, Nabi Elisa bin Safat
penerus Elia, Hizkia raja Yehuda, Yosia raja Yehuda, Yoyakhin raja Yehuda.
·
Peristiwa : Akhir pemerintahan Daud, Salomo menjadi raja,
Pemerintahan Salomo, Kerajaan yang terpecah, Pemberontakan suku-suku utara,
Raja-raja Yehuda dan Israel, Yosafat raja Yehuda dan Ahazia raja Israel.
12. II Raja-Raja
·
Penulis : Yeremia
·
Tahun : Sekitar 560-550 SM
·
Tempat : Yehuda dan Mesir
·
Sejarah : Karena 1 dan 2 Raja-Raja merupakan sejarah yang
berkesinambungan, maka informasi penting tentang latar belakang 2 Raja-Raja
terdapat dalam Pendahuluan 1 Raja-Raja. 2 Raja-Raja melanjutkan penelusuran
kemerosotan Israel dan Yehuda, yang dimulai sekitar tahun 852 SM.
·
Tujuan : 2 Raja-Raja mempunyai maksud yang sama dengan 1
Raja-Raja. Secara singkat, maksud asli ialah memberikan orang Ibrani, khususnya
orang-orang buangan di Babel, suatu penafsiran dan pemahaman yang bersifat
nubuat tentang sejarah mereka sementara masa kerajaan yang pecah supaya mereka
tidak akan mengulangi dosa-dosa nenek moyang mereka.
·
Tema : Permulaan sejarah kerajaan Israel, dan kemudian pecahnya
Kerajaan. Pelaku kepahlawanan Elia dan Elisa muncul.
·
Tokoh : Daud (hari tua, kematian dan penggantinya), Salomo (pembangunan
Bait Allah dan perpecahan kerajaan), Yerobeam bin Nebat, raja pertama Kerajaan
Israel Utara (atau Kerajaan Israel), Asa raja Kerajaan Yehuda, Yosafat (raja
Yehuda), Ahab (raja Israel), Nabi Elia, Nabi Elisa bin Safat penerus Elia,
Hizkia raja Yehuda, Yosia raja Yehuda, Yoyakhin raja Yehuda.
·
Peristiwa : Kerajaan yang pecah, Nabi Elisa, Kerajaan Yehuda dan Israel,
Jatuhnya Samaria, Kerajaan Yehuda,
Pemerintahan Yosia, Raja-raja Yehuda yang terakhir, Jatuhnya Yerusalem.
13. I Tawarikh
·
Penulis : Ezra
·
Tahun : 450-420 SM
·
Tempat : Yerusalem
·
Sejarah : Penulis mencari keterangan dari banyak sumber tertulis
ketika menulis kitab Tawarikh ini, termasuk beberapa kitab PL dan catatan
non-kanonik mengenai para raja dan nabi. Ezra diberi hak untuk memakai semua dokumen
yang tersedia dalam menyusun Tawarikh, pandangan ini merupakan tradisi kuno dan
mungkin menggambarkan dengan tepat cara Roh Kudus menuntun dan mengilhamkan
penyusunan kedua kitab ini.
·
Tujuan : Tawarikh ditulis untuk menghubungkan orang-orang Yahudi buangan
yang kembali dengan nenek moyang dan sejarah penebusan mereka.
·
Tema : Sebagian besar adalah catatan tentang masa pemerintahan
Daud, Salomo dan raja-raja Yehuda sampai pada masa penawanan.
·
Tokoh : Tokoh penting dalam Kitab ini seperti Daud.
·
Peristiwa : Silsilah dan nama-nama, Wafatnya Saul, Pemerintahan
Daud, Kesukaran-kesukaran yang dialaminya dan hal-hal yang dicapainya, Persiapan
untuk pembangunan rumah Tuhan.
14. II Tawarikh
·
Penulis : Ezra
·
Tahun : 450-420 SM
·
Tempat : Yerusalem
·
Sejarah : Karena 1 dan 2 Tawarikh mula merupakan satu kitab
dalam PL Ibrani, latar belakang 2 Tawarikh dibahas dengan lebih terinci dalam Pendahuluan
1 Tawarikh. 2 Tawarikh ditulis dari perspektif seorang imam pada parohan kedua
abad ke-5 SM ketika bait suci, keimaman, dan perjanjian Daud kembali menjadi
hal yang sangat penting.
·
Tujuan : Seperti 1 Tawarikh, 2 Tawarikh ditulis untuk kaum sisa
Yahudi yang kembali dan berhadapan dengan kebutuhan mendesak untuk menemukan
kembali warisan rohani mereka. Daripada menekankan sisi gelap dari sejarah
Israel, kitab ini menekankan kebangunan rohani, pembaharuan, dan kebangkitan
kembali iman bagi para buangan yang patah semangat, yang mencari masa depan dan
pengharapan penebusan di tanah perjanjian.
·
Tema : Sebagian besar adalah catatan tentang masa pemerintahan
Daud, Salomo dan raja-raja Yehuda sampai pada masa penawanan.
·
Tokoh : misalnya Daud (1 Taw 29:10–19), dan isi surat penting,
seperti surat Paskah dari Hizkia (2 Taw 30:6–9).
·
Peristiwa : Pemerintahan Salomo, Tahun-tahun pertama, Pembangunan
rumah Tuhan, Tahun-tahun kemudian, Pemberontakan suku-suku utara, Raja-raja
Yehuda, Jatuhnya Yerusalem.
15. Ezra
·
Penulis : Ezra
·
Tahun : 450-420 SM
·
Tempat : Yerusalem
·
Sejarah : Kitab Ezra adalah bagian dari sejarah yang
berkesinambungan dari orang Yahudi yang ditulis setelah masa pembuangan,
terdiri atas 1 dan 2 Tawarikh, Ezra, dan Nehemia. Kitab Ezra mencatat
bagaimana Allah menggenapi janji nubuat-Nya melalui Yeremia untuk memulihkan
orang Yahudi setelah 70 tahun pembuangan dengan membawa mereka kembali ke tanah
air mereka.
·
Tujuan : Kitab ini ditulis untuk menunjukkan pemeliharaan dan kesetiaan
Allah dalam memulihkan kaum sisa Yahudi dari pembuangan mereka di Babel
·
Tema: Catatan tentang kembalinya bangsa Yahudi dari penawanan, dan
pembangunan kembali bait suci.
·
Tokoh : Ezra
·
Peristiwa : Pemulangan pertama dari tempat pembuangan, rumah
Tuhan dibangun kembali dan ditahbiskan, Ezra kembali bersama-sama dengan para
buangan lain.
16. Nehemia
·
Penulis : Nehemia
·
Tahun : Sekitar 430-420 SM
·
Tempat : Yerusalem
·
Sejarah : Sejarah PL diakhiri dengan kitab Nehemia, ketika orang
buangan Yahudi diizinkan kembali ke negeri mereka setelah pembuangan di Babel
dan Persia. Ezra meliput peristiwa-peristiwa yang berkenaan dengan dua
rombongan pertama (538 SM; 457 SM), dan Nehemia mencatat aneka peristiwa selama
kembalinya rombongan ketiga (444 SM). Sedangkan fokus kitab Ezra adalah
pembangunan kembali Bait Suci, maka fokus kitab Nehemia adalah pembangunan
kembali tembok Yerusalem. Kedua kitab menekankan pentingnya pemulihan rohani
dan komitmen kepada Allah dan Firman-Nya.
·
Tujuan : Kitab ini ditulis untuk melengkapi catatan sejarah
pascapembuangan yang diawali dalam kitab Ezra dan untuk menunjukkan apa yang
dilakukan Allah demi kaum sisa melalui kepemimpinan yang saleh dari Nehemia dan
Ezra selama tahap ketiga dari pemulihan pascapembuangan.
·
Tema : Sebuah riwayat tentang pembangunan kembali tembok
Yerusalem, dan penegakkan kembali peraturan-peraturan kudus.
·
Tokoh : Nehemia
·
Peristiwa : Nehemia kembali ke Yerusalem, Tembok-tembok Yerusalem
diperbaiki, Hukum Tuhan dibacakan dan perjanjian dengan Allah diperbaharui,
Kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan Nehemia.
17. Ester
·
Penulis : Mordekhai
·
Tahun : 460-400 SM
·
Tempat : Syusyan, Elam
·
Sejarah : kitab ini sendiri bahwa penulisnya mengetahui
adat-istiadat Persia, istana Susan, serta hal-ihwal Raja Ahasyweros, yang
menunjukkan bahwa penulis mungkin hidup di Persia dalam masa yang diuraikan
dalam kitab ini. Apalagi, dukungannya kepada orang Yahudi serta pemahamannya
mengenai kebiasaan Yahudi memberi kesan bahwa dia seorang Yahudi. Hal ihwal
sejarah dan linguistiknya tidak mendukung tanggal yang kemudian daripada 400
SM. Kitab "Tambahan-Tambahan pada Kitab Ester" yang tergolong kitab
apokrifa ditulis lama sekali setelah kitab Ester yang kanonik.
·
Tujuan : untuk menunjukkan bagaimana orang Yahudi dilindungi dan
diselamatkan dari ancaman pemusnahan oleh campur tangan Allah melalui Ratu
Ester. Kitab ini juga menguraikan kewajiban untuk merayakan Purim setiap tahun.
·
Tema : Catatan tentang kembalinya bangsa Yahudi dari penawanan, dan
pembangunan kembali bait suci.
·
Tokoh : Mordekhai, Ezra, Nehemia
·
Peristiwa : Penciptaan alam semesta dan manusia, Pangkal dosa dan
penderitaan, Menara Babel, Dari Sem sampai Abram, Keturunan Esau, Yusuf dan
saudara-saudaranya, Orang Israel di Mesir.
18. Ayub
·
Penulis : Musa
·
Tahun : 1440 SM atau 950
SM
·
Tempat : Padang Belantara
·
Sejarah : Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu kitab hikmat
dan syair dalam PL: "hikmat" karena membahas secara mendalam
soal-soal universal yang penting dari umat manusia; "syair" karena
hampir seluruh kitab ini berbentuk syair. Akan tetapi, semua syair ini
berdasarkan seorang tokoh sejarah yang nyata dan suatu peristiwa sejarah yang
nyata.
·
Tujuan : Kitab ini membantu untuk memahami beberapa fakta. Iblis
tidak dapat merusak keuangan atau kesehatan kita tanpa seijin Allah, Allah
berdaulat membuat keputusan terhadap tindak tanduk Iblis.
·
Tema : Masalah penderitaan, menunjukkan kejahatan Setan, kesabaran
Ayub, kesia-siaan filsafat manusia, hikmat ilahi dan pada akhirnya pembebasan
si penderita.
·
Tokoh : Ayub
·
Peristiwa : Keluhan Ayub, Pujian terhadap hikmat, Pernyataan Ayub yang
terakhir, Wejangan Elihu, Tuhan menjawab Ayub.
19. Mazmur
·
Penulis : Daud
·
Tahun : Sebagian besar abad ke-10 hingga ke-5 SM.
·
Tempat : Padang Belantara
·
Sejarah : Judul Ibrani untuk kitab Mazmur adalah tehillim, yang
berarti "puji-pujian"; judul dalam Septuaginta ialah psalmoi, yang
berarti "nyanyian yang diiringi alat musik gesek atau petik".
·
Tujuan : Kitab Mazmur, sebagai doa dan pujian yang diilhamkan Roh,
ditulis, secara umum, untuk mengungkapkan perasaan mendalam hati sanubari
manusia dalam hubungan dengan Allah.
·
Tema : Kumpulan seratus limapuluh lagu dan puisi religius/rohani, dan
doa yang digunakan selama berabad-abad oleh jemaat dalam kebaktian mereka.
·
Tokoh : Daud
·
Peristiwa : Mazmur Kemesiasan, Orang Duniawi Dan Orang Fasik, Pengalaman-Pengalaman
Israel, Tanggung Jawab Penguasa.
20. Amsal
·
Penulis : Salomo; Agur; Lemuel
·
Tahun : Sekitar 970-700 SM
·
Tempat : Yerusalem
·
Sejarah : Sebagaimana Daud menjadi sumber tradisi bermazmur di Israel,
demikian Salomo menjadi sumber tradisi hikmat. Menurut 1Raj 4:32, Salomo
menghasilkan 3000 amsal dan 1005 kidung semasa hidupnya. Penulis lain yang
disebutkan dalam Amsal adalah Agur dan Raja Lemue, keduanya tidak kita kenal.
Penulis-penulis lain disebut secara tak langsung dalam Ams 22:17 dan Ams 24:23.
Sekalipun sebagian besar Amsal ini digubah pada abad ke-10 SM, waktu terdini
yang mungkin bagi selesainya penyusunan kitab ini adalah masa pemerintahan
Hizkia.
·
Tujuan : Tujuan kitab ini dinyatakan dengan jelas dalam Ams 1:2-7:
memberi hikmat dan pengertian mengenai perilaku yang bijak, kebenaran,
keadilan, dan kejujuran.
·
Tema : Kumpulan moral dan dalil rohani, serta khotbah/percakapan
tentang hikmat/kebijaksanaan, penguasaan diri, keadilan, dan lain-lain.
·
Tokoh : Salomo
·
Peristiwa : Hikmat diagungkan, Petuah-petuah Salomo, Ucapan-ucapan Agur,
Ucapan-ucapan Lemuel, Pujian kepada istri yang berbudi.
21. Pengkotbah
·
Penulis : Salomo
·
Tahun : + 935 SM
·
Tempat : Yerusalem
·
Sejarah : Pada umumnya dipercayai bahwa penulisnya adalah
Salomo, sekalipun namanya tidak muncul di dalam kitab ini, seperti dalam kitab
Amsal) dan Kidung Agung . Akan tetapi, beberapa bagian mengesankan Salomo
selaku penulis : Penulis menyebutkan dirinya sebagai anak Daud, raja di
Yerusalem (Pengkh 1:1,12), Ia menyebut dirinya pemimpin yang paling bijaksana
dari umat Allah (Pengkh 1:16), penggubah banyak amsal (Pengkh 12:9), dan Kerajaannya
dikenal karena kekayaan dan kemuliaan yang berlimpah-limpah (Pengkh 2:4-9).
·
Tujuan : Tujuan utamanya dalam menulis Pengkhotbah adalah menyampaikan
semua penyesalan dan kesaksiannya kepada orang lain sebelum ia wafat, khususnya
kepada kaum muda, supaya mereka tidak melakukan kesalahan yang sama seperti
dirinya. Ia membuktikan untuk selama-lamanya kesia-siaan melandaskan
nilai-nilai kehidupan seorang pada harta benda duniawi dan ambisi pribadi.
Sekalipun orang muda harus menikmati masa muda mereka, adalah lebih penting
untuk mengabdikan diri kepada Sang Pencipta dan membulatkan tekad untuk takut
akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya; itulah satu-satunya jalan
untuk menemukan makna hidup ini.
·
Tema : Renungan tentang kesia-siaan hidup, serta tanggung jawab dan kewajiban
manusia terhadap Allah, dan lain-lain.
·
Tokoh : Salomo, Anak Daud
·
Peristiwa : Kesia-Siaan Hidup Mementingkan Diri
yang Dilukiskan, Berbagai Pengamatan Tentang Pengalaman Hidup, Nasihat Nasihat
Penutup.
22. Kidung Agung
·
Penulis : Salomo
·
Tahun : + 960 SM
·
Tempat : Yerusalem
·
Sejarah : Secara harfiah, nama Ibrani kitab ini diterjemahkan Nyanyian Atas
Segala Nyanyian suatu ungkapan yang berarti "Nyanyian yang Terbaik"
(sama seperti "Raja atas segala raja" berarti "Raja yang Maha
Besar"); karena itu kitab ini dianggap sebagai nyanyian pernikahan yang
terbaik yang pernah digubah. Salomo dianggap sebagai penggubah Kidung Agung ini.
Secara liturgis,
Kidung Agung menjadi salah satu di antara lima gulungan dari bagian ketiga
Alkitab Ibrani, yaitu Hagiographa ("Tulisan-Tulisan Kudus").
Masing-masing tulisan ini dibacakan di hadapan umum pada hari raya Yahudi
tertentu; kitab ini dibacakan pada hari raya Paskah.
·
Tujuan : Untuk menggarisbawahi asal-usul ilahi dari
sukacita dan martabat kasih manusia di dalam pernikahan.
·
Tema: Puisi religius yang melambangkan kasih yang timbal balik antara
Kristus dan jemaat.
·
Tokoh : Mempelai perempuan & lelaki yang saling mencintai
satu sama lain.
·
Peristiwa : Syair Pertama: Mempelai Wanita Merindukan Mempelai
Laki-Laki, Syair Kedua: Kedua Kekasih Saling Mencari dan Berjumpa, Syair
Ketiga: Iringan Pernikahan, Syair Keempat: Mempelai Wanita Takut Kehilangan
Kekasihnya, Syair Kelima: Kecantikan Mempelai Wanita, Syair Keenam: Puncak
Keindahan Kasih.
23. Yesaya
·
Penulis : Yesaya
·
Tahun : + 700-680 SM
·
Tempat : Yerusalem
·
Sejarah : Latar belakang sejarah bagi pelayanan nubuat Yesaya, anak Amos
adalah Yerusalem pada masa pemerintahan empat raja Yehuda. Menurut tradisi
Yahudi, Yesaya mati syahid dengan digergaji menjadi dua oleh Raja Manasye putra
Hizkia yang jahat dan penggantinya.
·
Tujuan : Nabi Yesaya dipanggil untuk bernubuat kepada Kerajaan
Yudea yang pada saat itu melewati masa kebangkitan rohani dan masa
pembangkakan.
·
Tema : Nabi pembebasan yang besar. Kitab ini kaya dengan nubuat-nubuat
Kemesiasan, bercampur dengan kesusahan yang diucapkan atas bangsa yang berdosa.
·
Tokoh : Yesaya, Raja Ahas
·
Peristiwa : Peringatan dan janji, Hukuman untuk bangsa-bangsa, Pengadilan
Allah terhadap dunia, Raja Hizkia dari Yehuda dan orang-orang Asyur, Pesan
penuh janji dan harapan, Peringatan dan janji.
24. Yeremia
·
Penulis : Yeremia
·
Tahun : + 585 - 580 SM
·
Tempat : Yehuda; Mesir
·
Sejarah : Pelayanan Yeremia sebagai nabi diarahkan kepada kerajaan selatan
Yehuda, sepanjang 40 tahun terakhir dari sejarahnya (626-586 SM). Ia masih
hidup untuk menyaksikan serbuan Babel ke Yehuda yang berakhir dengan kebinasaan
Yerusalem dan Bait Suci. Karena tugas Yeremia ialah bernubuat kepada bangsa itu
selama tahun-tahun akhir dari kemunduran dan kejatuhannya, dapatlah dimengerti
bahwa, kitabnya penuh dengan kesuraman dan firasat buruk.
·
Tujuan : Untuk menyediakan suatu catatan abadi dari pelayanan dan berita
nubuat Yeremia dan untuk menyatakan hukuman Allah yang pasti jadi dan tidak
terelakkan ketika umat-Nya melanggar perjanjian dan bersikeras dalam
pemberontakan terhadap Allah dan firman-Nya.
·
Tema : Nabi yang mencucurkan air mata. Hidup dari jaman Yosia sampai
masa penawanan. Tema Utama, - Kemurtadan, perbudakan dan pemulihan bangsa
Yahudi.
·
Tokoh : Yeremia & Tuhan.
·
Peristiwa : Panggilan Yeremia, Kejadian-kejadian dalam kehidupan Yeremia,
Nubuat-nubuat terhadap bangsa-bangsa, Jatuhnya Yerusalem.
25. Ratapan
·
Penulis : Yeremia
·
Tahun : 586 - 585 SM
·
Tempat : Dekat Yerusalem
·
Sejarah : Judul kitab ini diambil dari judul tambahannya dalam naskah PL
terjemahan Yunani dan Latin - "Ratapan Yeremia." Ratapan ini
ditetapkan untuk dibaca pada hari kesembilan dari bulan Ab, bilamana orang
Yahudi memperingati penghancuran kota Yerusalem. Versi Septuaginta menempatkan
Ratapan langsung setelah kitab Yeremia, tempatnya dalam kebanyakan Alkitab masa
kini.
·
Tujuan : Yeremia menulis serangkaian lima ratapan untuk mengungkapkan
kesedihan yang sangat dan penderitaan emosionalnya atas kerusakan Yerusalem
yang tragis
·
Tema : Sebuah rangkaian nyanyian ratapan oleh Yeremia, meraung karena
penderitaan Israel.
·
Tokoh : Yeremia
·
Peristiwa : Penderitaan Yerusalem, Hukuman kepada Yerusalem, Hukuman dan
harapan, Yerusalem runtuh, Doa mohon belas kasihan.
26. Yehezkiel
·
Penulis : Yehezkiel
·
Tahun : 590-570 SM
·
Tempat : Babilon
·
Sejarah : Latar belakang sejarah Kitab Yehezkiel ialah Babel pada
tahun-tahun awal pembuangan (593-571 SM). Pelayanan Yehezkiel sebagai nabi terjadi pada
masa sejarah PL yang paling gelap: tujuh tahun sebelum kebinasaan itu pada
tahun 586 SM dan 15 tahun setelah kebinasaan itu. Kitab ini mungkin selesai
sekitar tahun 570 SM.
·
Tujuan : Untuk menyampaikan berita Allah mengenai hukuman atas Yehuda dan
Yerusalem yang sudah murtad dan tujuh bangsa asing di sekitar mereka dan untuk
menopang iman sisa umat Allah dalam pembuangan mengenai pemulihan umat
perjanjian-Nya dan kemuliaan akhir dari kerajaan-Nya.
·
Tema : Salah satu kitab misteri/rahasia, penuh dengan goresan
metafora/kiasan yang dengan jelas menggambarkan keadaan yang menyedihkan dari
umat Allah dan jalan untuk mencapai pengagungan dan kemuliaan di masa depan.
·
Tokoh : Yehezkiel & Tuhan.
·
Peristiwa : Yehezkiel dipanggil menjadi nabi, Pesan-pesan tentang hukuman
bagi Yerusalem, Penghakiman Allah terhadap bangsa-bangsa, Janji Allah kepada
umat-Nya, Pesan tentang hukuman bagi Gog, Penglihatan tentang Rumah TUHAN dan
tanah Israel di kemudian hari.
27. Daniel
·
Penulis : Daniel
·
Tahun : Sekitar 536-530 SM
·
Tempat : Babilon
·
Sejarah : Kitab ini mencatat berbagai peristiwa dari penyerbuan pertama
Nebukadnezar ke Yerusalem (tahun 605 SM) hingga tahun ketiga pemerintahan
Koresy (tahun 536 SM). Daniel adalah seorang remaja ketika peristiwa dalam
pasal 1 terjadi dan sudah mencapai akhir usia 80-an ketika menerima berbagai
penglihatan dalam pasal 9-12. Ia mungkin hidup sampai sekitar tahun 530 SM,
menyelesaikan kitab ini dalam usia lanjutnya.
·
Tujuan : Untuk menenteramkan hati umat perjanjian PL bahwa hukuman
pembuangan mereka di antara bangsa-bangsa kafir tidak akan menjadi nasib tetap
mereka; dan untuk mewariskan kepada umat Allah sepanjang sejarah berbagai
penglihatan bersifat nubuat tentang kedaulatan Allah atas bangsa-bangsa dan
kemenangan terakhir kerajaan-Nya di bumi.
·
Tema : Kitab tentang biografi/kisah hidup pribadi dan penglihatan
apokalips (tentang masa yang akan datang) mengenai peristiwa-peristiwa dalam
sejarah sekuler maupun dalam sejarah kudus.
·
Tokoh : Daniel
·
Peristiwa : Daniel dan teman-temannya, Penglihatan-penglihatan yang dilihat
Daniel, Empat binatang, Domba jantan dan kambing jantan, Akhir zaman.
28. Hosea
·
Penulis : Hosea
·
Tahun : 715 - 710 SM
·
Tempat : Daerah Samaria
·
Sejarah : Latar belakang sejarah pelayanan Hosea disebutkan sebagai dalam
pemerintahan Yerobeam II dari Israel dan empat raja Yehuda yang tidak hanya
menjadikannya rekan sezaman yang lebih muda daripada Amos, tetapi juga dari
Yesaya dan Mikha.
·
Tujuan : Kitab ini ditulis untuk menyatakan bahwa Allah
mempertahankan kasih-Nya kepada umat perjanjian-Nya dan dengan sungguh-sungguh
ingin menebus mereka dari kejahatan mereka; dan bahwa hal-hal menyedihkan
terjadi apabila orang terus-menerus tidak menaati Allah dan menolak kasih-Nya
yang menebus.
·
Tema : Sejaman dengan Yesaya dan Mikha. Pikiran Utama - Kemurtadan
Israel digolongkan sebagai perzinahan rohani. Kitab ini penuh dengan goresan
metafora/kiasan yang melukiskan dosa- dosa bangsa Israel.
·
Tokoh : Efraim, Yakub, Hosea
·
Peristiwa : Perkawinan Hosea dan keadaan keluarganya, Tuduhan-tuduhan TUHAN
terhadap Israel, Pesan pertobatan dan janji.
29. Yoel
·
Penulis : Yoel
·
Tahun : 835-830 SM
·
Tempat : Yehuda
·
Sejarah : Karena Yoel tidak menyebutkan raja atau peristiwa bersejarah
yang diketahui tanggalnya, maka saat pelayanan dan berita nubuatnya tidak
pasti. Orang lain beranggapan bahwa berita Yoel terjadi sementara masa awal
pemerintahan Raja Yoas yang naik takhta Yehuda pada usia 7 tahun dan tetap
berada di bawah perwalian imam besar Yoyada selama ia di bawah umur; situasi
itu mungkin menjelaskan keunggulan para imam dalam kitab ini dan tidak adanya
acuan kepada raja. Semua fakta ini dan beberapa fakta lainnya cenderung
mengarah ke abad ke-9 SM sebagai latar belakang kitab ini.
·
Tujuan : untuk mengumpulkan umat itu di hadapan Tuhan dalam suatu
perkumpulan raya yang kudus dan untuk menasihati mereka agar bertobat dan
dengan rendah hati kembali kepada Tuhan Allah dengan berpuasa, menangis, berkabung,
dan bersyafaat memohon kemurahan Allah.
·
Tema : Nabi Yehuda. Topik Utama - Pertobatan nasional (seluruh umat)
dan berkat-berkatnya. "Hari Tuhan," waktu penghakiman ilahi,
barangkali diubah menjadi masa diberkati.
·
Tokoh : Yoel & Tuhan.
·
Peristiwa : Bencana belalang, Janji TUHAN untuk memulihkan kemakmuran
umat-Nya, Hari Tuhan.
30. Amos
·
Penulis : Amos
·
Tahun : + 760 - 755 SM
·
Tempat : Yehuda
·
Sejarah : Amos adalah seorang nabi abad ke-8 SM, rekan sezaman Yesaya dan
Mikha di Yehuda, dan Yunus serta Hosea di Israel. Ketika Amos bernubuat
kepada kerajaan utara pada pertengahan abad ke-8 SM, bangsa itu secara lahiriah
berada di puncak perluasan wilayah, stabilitas politik dan kemakmuran nasional,
tetapi secara batiniah sudah bobrok. Di sanalah Amos dengan berani memberitakan
berita keadilan, kebenaran dan hukuman ilahi karena dosa kepada umat yang tidak
mau mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan kepada mereka.
·
Tujuan : Untuk menyampaikan sebuah salinan tertulis dari peringatan
kenabiannya kepada Raja Yerobeam II, dan menyebarluaskan berita di Israel (dan
Yehuda) tentang kepastian hukuman Allah yang menjelang atas Israel dan
bangsa-bangsa di sekitarnya kecuali mereka bertobat dari penyembahan berhala,
kebejatan dan ketidakadilan. Kebinasaan Israel terjadi hanya 30 tahun kemudian.
·
Tema : Nabi yang menggembalakan umat, regormer yang berani, mencela
keegoisan dan dosa. Kitab ini berisi sebuah rangkaian tentang lima penglihatan.
·
Tokoh : Amos
·
Peristiwa : Hukuman atas negara-negara tetangga Israel, Hukuman atas Israel,
Lima penglihatan.
31. Obaja
·
Penulis : Obaja
·
Tahun : + 840 SM
·
Tempat : -
·
Sejarah : Sebagian dari latar belakang nubuat ini mengingatkan kembali
pada Kej 25:19-34; Kej 27:1-28:9 yaitu persaingan berkepanjangan di antara Esau
(bapak orang Edom) dan Yakub (bapak ke-12 suku Israel). Sekalipun kita membaca
dalam kitab Kejadian tentang perdamaian kedua saudara ini, kebencian di antara
keturunan mereka sering kali menimbulkan pertempuran sepanjang sejarah
alkitabia, Sesuai dengan sejarah permusuhan mereka, orang Edom bersukacita
karena kesulitan Yerusalem.
·
Tujuan : Untuk menyatakan murka Allah yang hebat terhadap Edom karena
sukacita mereka atas penderitaan Yehuda, dan untuk menyampaikan firman Allah
tentang hukuman yang akan datang atas Edom.
·
Tema : Topik utama - malapetaka atas Edom dan pembebasan Israel.
·
Tokoh : Bangsa Edom & Bangsa Yehuda
·
Peristiwa : Edom dihukum, Hari Tuhan.
32. Yunus
·
Penulis : Yunus
·
Tahun : + 760 SM
·
Tempat : -
·
Sejarah : Yunus, yang namanya berarti "merpati", diperkenalkan
sebagai putra Amitai. Jadi, orang Farisi salah ketika mengatakan bahwa tidak
pernah ada nabi dari Galilea. Pelayanan nubuat Yunus terjadi tidak lama sesudah
masa pelayanan Elisa, bertumpang-tindih dengan masa pelayanan Amos (bd. Am 1:1)
dan diikuti oleh pelayanan Hosea. Sekalipun kitab ini tidak menunjukkan
penulisnya, sangat mungkin penulis itu Yunus sendiri.
·
Tujuan : Untuk menunjukkan kepada Israel dan bangsa-bangsa lainnya
besarnya dan luasnya kasih sayang tindakan Allah yang menyelamatkan melalui
pemberitaan pertobatan; dan untuk menunjukkan melalui pengalaman Yunus betapa
jauhnya Israel telah jatuh dari panggilan misioner yang semula untuk menjadi
terang penebusan bagi orang-orang yang tinggal dalam gelap.
·
Tema : Cerita tentang "Misionari/Pengabar Injil yang Enggan"
yang diajar lewat pengalaman pahit tentang ketaatan dan dalamnya belas kasihan
ilahi.
·
Tokoh : Yunus
·
Peristiwa : Yunus dipanggil, tetapi ia tidak taat, Yunus menyesal dan
diselamatkan, Ancaman yang disampaikan Yunus terhadap Niniwe, Pengampunan Allah
kepada Niniwe.
33. Mikha
·
Penulis : Mikha
·
Tahun : + 740-710 SM
·
Tempat : Yehuda
·
Sejarah : Nabi Mikha berasal dari kota kecil Moresyet-Gat di bagian
selatan Yehuda. Mikha adalah nabi pedesaan yang mengutuk para pemimpin Yehuda
yang korup, nabi-nabi palsu, imam-imam fasik, pedagang-pedagang yang tidak
jujur dan hakim-hakim yang kena suap. Ia berkhotbah menentang dosa-dosa
ketidakadilan, penindasan para petani dan penduduk desa, keserakahan,
kekikiran, kebejatan dan penyembahan berhala, dan mengingatkan akan dampak yang
berat jikalau umat itu dan pemimpinnya terus bersikeras melakukan kejahatan. Ia
meramalkan kejatuhan Israel dan ibu kotanya Samaria dan juga kejatuhan Yehuda
dan ibu kotanya, Yerusalem.
·
Tujuan : Mikha menulis untuk memperingatkan bangsanya akan kepastian
hukuman ilahi, menyebut dosa-dosa yang membangkitkan kemarahan Allah dan
meringkas firman nubuat Allah mengenai Samaria dan Yerusalem (Mi 1:1). Dengan
tepat dia menubuatkan kejatuhan Israel sebelum hal itu terjadi pada tahun 722
SM; ia bernubuat bahwa kebinasaan yang serupa akan menimpa Yehuda dan Yerusalem
karena dosa dan pemberontakan mereka yang menyolok. Jadi, kitab ini
melestarikan berita nubuat Mikha yang serius bagi angkatan terakhir Yehuda
sebelum orang Babel datang menyerbu bangsa itu. Kitab ini juga memberikan
sumbangan penting kepada seluruh penyataan PL tentang Mesias yang akan datang.
·
Tema : Kitab ini memberikan gambaran gelap tentang keadaan moral Israel
dan Yehuda, tetapi memberitahukan akan didirikannya kerajaan Kemesiasan dimana
orang-orang benar akan berkuasa.
·
Tokoh : Mikha & Tuhan.
·
Peristiwa : Hukuman atas Israel dan Yehuda, Pemulihan dan
kedamaian, Peringatan dan harapan.
34. Nahum
·
Penulis : Nahum
·
Tahun : + 630-620 SM
·
Tempat : Yehuda
·
Sejarah : Nahum memberitakan nubuatnya sebelum kejatuhan Niniwe pada tahun
612 SM. Ia mengacu pada kejatuhan Tebes sebagai peristiwa yang lampau jadi,
nubuat Nahum disampaikan di antara 663 SM dan 612 SM, yaitu sementara masa
pemerintahan raja Yosia dan gerakan pembaharuannya (+ 630-620 SM).
·
Tujuan : Allah memakai dia untuk memberitakan
datangnya kebinasaan ibu kota Asyur, Niniwe, yang kejam dan jahat. Tidak ada
bangsa sekejam Asyur yang dapat berharap akan lolos dari hukuman Allah.
·
Tema : Tema utama Kehancuran Niniwe. Yehuda dijanjikan
pembebasan dari Asyur.
·
Tokoh : Tuhan
·
Peristiwa : Hukuman terhadap Niniwe, Jatuhnya Niniwe.
35. Habakuk
·
Penulis : Habakuk
·
Tahun : + 606 SM
·
Tempat : Yehuda
·
Sejarah : Penulis kitab ini memperkenalkan dirinya sebagai "nabi
Habakuk", selain itu ia tidak menceritakan latar belakang pribadi atau
keluarganya, dan namanya (arti: merangkul) juga tidak muncul dalam bagian lain
di Alkitab. Acuan Habakuk kepada "pemimpin biduan" memberi kesan
bahwa dia mungkin juga dari suku Lewi dan pemusik di Yerusalem.
·
Tujuan : Habakuk menulis untuk menolong kaum sisa yang saleh di Yehuda
memahami cara-cara Allah dalam hubungan dengan bangsa mereka yang berdosa dan
hukumannya yang menjelang. Habakuk meyakinkan sesama orang percaya bahwa Allah
akan bertindak melawan semua kefasikan pada saat-Nya. Sementara itu,
"orang benar akan hidup oleh percayanya" dan bukan oleh
pengertiannya, dan akan "bersorak-sorak di dalam Tuhan" Allah
Juruselamat mereka
·
Tema : Ditulis pada jaman pembuangan di Babel. Tema utama - rahasia
pemeliharaan Allah. Bagaimanakah Allah yang adil membiarkan suatu bangsa yang
jahat menindas Israel?
·
Tokoh : Habakuk
·
Peristiwa : Keluhan Habakuk dan jawaban-jawaban Tuhan, Kutuk atas
orang-orang yang tidak taat kepada perintah Tuhan, Doa Habakuk.
36. Zefanya
·
Penulis : Zefanya
·
Tahun : + 630 SM
·
Tempat : Yehuda
·
Sejarah : Zefanya yang namanya berarti "Tuhan menyembunyikan",
adalah putra dari buyut Raja Hizkia yang bernubuat selama masa pemerintahaan
Yosia (639-609 SM). Sebagai keturunan keluarga raja dan kerabat Raja Yosia
berarti bahwa ia bisa keluar-masuk istana kerajaan. Dapat dipahami bahwa
nubuat-nubuatnya berfokus pada firman Tuhan bagi Yehuda dan bangsa-bangsa
lainnya.
·
Tujuan : Zefanya bernubuat dan menulis untuk memperingatkan Yehuda dan
Yerusalem mengenai datangnya hukuman Allah yang mengancam yang disebut
"hari Tuhan yang hebat".Zefanya juga menulis untuk membesarkan hati
orang saleh bahwa Allah kelak akan memulihkan umat-Nya; ketika itu Yehuda akan
menyanyikan pujian kepada Allah mereka yang adil, yang tinggal di antara
mereka.
·
Tema : Kitab ini bernada suram, dipenuhi dengan ancaman, tetapi
diakhiri dengan suatu penglihatan tentang kemuliaan Israel di masa yang akan
datang.
·
Tokoh : Tuhan
·
Peristiwa : Hari penghakiman Tuhan, Kutukan atas negara-negara tetangga
Yehuda, Yerusalem dihukum dan diselamatkan.
37. Hagai
·
Penulis : Hagai
·
Tahun : 520 SM
·
Tempat : Yerusalem dibangun kembali
·
Sejarah : Kitab Hagai adalah yang pertama dari ketiga kitab nabi
pascapembuangan dalam PL (Hagai, Zakharia dan Maleakhi). Latar belakang sejarah
kitab ini penting untuk memahami beritanya. Pada tahun 538 SM, Raja Koresy dari
Persia mengeluarkan maklumat mengizinkan orang Yahudi buangan untuk kembali ke
negeri mereka untuk membangun kembali Yerusalem dan Bait Suci sebagai
penggenapan nubuat Yesaya dan Yeremia dan syafaat Daniel. Kelesuan rohani mulai
timbul, dan umat itu lalu mulai membangun rumah mereka sendiri. Pada tahun 520
SM, Hagai, dengan ditemani nabi Zakharia yang lebih muda, mulai mendorong
Zerubabel dan umat itu untuk melanjutkan pembangunan rumah Allah. Empat tahun
kemudian Bait Suci itu selesai dibangun dan ditahbiskan
·
Tujuan : Untuk menasihati Zerubabel (gubernur) dan Yoshua (imam besar)
agar mengerahkan umat itu untuk membangun kembali Bait Suci, dan untuk
memotivasi umat itu agar menata kembali hidup dan prioritas mereka untuk
melanjutkan tugas mereka secara sungguh-sungguh dengan berkat Allah.
·
Tema : Rekan sekerja Zakharia. Ia memarahi umat karena kelambanannya
dalam membangun kembali bait suci; tetapi berjanji bahwa kemuliaan Allah akan
kembali saat pembangunan telah selesai.
·
Tokoh : Tuhan
·
Peristiwa: Perintah supaya membangun kembali Rumah
Tuhan, Pesan-pesan yang memberi penghiburan dan pengharapan.
38. Zakharia
·
Penulis : Zakharia
·
Tahun : 520-470 SM
·
Tempat : Yerusalem dibangun kembali
·
Sejarah : Zakharia merupakan
rekan sezaman yang lebih muda daripada Hagai. Ezra 5:1 menyatakan bahwa
keduanya menjadi nabi yang menggugah orang Yahudi di Yehuda dan Yerusalem untuk
melanjutkan pembangunan kembali Bait Suci pada zaman gubernur Zerubabel dan
imam besar Yosua. Jadi, latar belakang sejarah pasal 1-8 adalah sama dengan
latar belakang Hagai. Akibat pelayanan kenabian Zakharia dan Hagai, pembangunan
Bait Suci diselesaikan dan ditahbiskan pada tahun 515 SM.
·
Tujuan : Untuk mendorong
kaum Yahudi sisa agar melanjutkan pembangunan kembali Bait Suci dan bertekun
hingga tugas itu selesai dan untuk memberi semangat kepada semua umat yang,
setelah menyelesaikan pembangunan Bait Suci, berkecil hati karena Mesias tidak
tampak segera, dan untuk menyatakan arti sebenarnya bila Mesias datang.
·
Tema : Sejaman dengan Hagai. Ia menolong
membangkitkan bangsa yahudi untuk membangun kembali bait suci. Ia memperoleh
sebuah rangkaian dari delapan penglihatan, dan melihat kemenangan puncak dari
kerajaan Allah.
·
Tokoh : Zakharia & Tuhan.
·
Peristiwa : Pesan-pesan
yang berisi peringatan dan pengharapan, Penghakiman terhadap negeri-negeri
tetangga Israel, Kemakmuran dan kesejahteraan di masa mendatang.
39. Maleakhi
·
Penulis : Maleakhi
·
Tahun : Sekitar 430-420
SM
·
Tempat : Yerusalem dibangun kembali
·
Sejarah : Nama ini menjadi
singkatan dari "Malakhiah" yang artinya "utusan Tuhan".
Pendapat bahwa "Maleakhi" dalam Mal 1:1 merupakan gelar deskriptif
dan bukan nama pribadi kurang dapat diterima. Dia adalah seorang Yahudi saleh
yang tinggal di Yehuda masa pascapembuangan, rekan sezaman Nehemia, dan sangat
mungkin seorang imam nabi. Kepercayaannya yang kokoh akan perlunya kesetiaan
kepada perjanjian dan yang melawan ibadah yang munafik dan tak
bersungguh-sungguh, penyembahan berhala, dan mencuri persepuluhan dan persembahan
yang menjadi milik Allah, semua ini menunjuk kepada seorang yang memiliki
integritas teguh dan pengabdian kuat kepada Allah.
·
Tujuan : Untuk bertobat
dari dosa-dosa dan kemunafikan agama mereka sebelum Allah datang tiba-tiba
dengan hukuman, untuk menyingkirkan semua rintangan ketidaktaatan yang
menghalangi arus kemurahan dan berkat Allah, dan untuk kembali kepada Tuhan dan
perjanjian-Nya dengan hati yang tulus dan taat.
·
Tema : Memberi gambaran
yang jelas tentang akhir periode sejarah Perjanjian Lama. Ia menunjukkan
perlunya reformasi/pemulihan sebelum datangnya Mesias.
·
Tokoh : Tuhan
·
Peristiwa : Tentang menyingsingnya Hari
Baru dimana kebenaran akan menang, dan tentang datangnya seorang Reformator
Rohani sebelum Hari Tuhan dinyatakan.





















