Minggu, 19 Maret 2023

Mata Kuliah : Pengantar Hermeneutik Perjanjian Lama B

 

Nama             : Yolanda Sianturi

NIM               : 712021260

Mata Kuliah   : Pengantar Hermeneutik Perjanjian Lama B

1.      Kejadian

·         Penulis Kitab : Musa

·         Tahun Penulisan Kitab : + 1445 -- 1405 SM

·         Tempat Penulisan Kitab : Padang Belantara

·         Sejarah Singkat Penulisan Kitab: Kejadian mencatat penciptaan, permulaan sejarah manusia, dan asal mula umat Ibrani dan perjanjian Allah dengan mereka melalui Abraham dan leluhur lainnya dengan tepat. Ketepatan sejarahnya selaku Alkitab yang terilham dipastikan dalam PB oleh Tuhan Yesus. Sejarah Kejadian masih diperkuat oleh berbagai penemuan purbakala pada zaman modern. Musa dipersiapkan secara luar biasa melalui pendidikan (Kis 7:22) dan oleh Allah untuk menulis kitab pertama yang unik dalam Alkitab.

·         Tujuan Penulisan Kitab: Kejadian menyediakan suatu landasan hakiki bagi Pentateukh dan semua penyataan Alkitabiah selanjutnya. Kejadian memelihara satu-satunya catatan yang dapat dipercaya mengenai awal alam semesta, umat manusia, perkawinan, dosa, kota-kota, bahasa-bahasa, bangsa-bangsa, Israel dan sejarah penebusan. Kejadian ditulis sesuai dengan tujuan Allah untuk memberikan umat perjanjian-Nya suatu pemahaman mendasar tentang diri-Nya, ciptaan, umat manusia, kejatuhan, kematian, penghakiman, perjanjian, dan janji penebusan melalui keturunan Abraham.

·         Tema Penting Dalam Kitab : Dosa manusia, langkah pertama yang diambil untuk pembebasan/penebusannya lewat perjanjian ilahi yang dibuat dengan suku bangsa yang dipilih yang sejarah awalnya digambarkan di sini.

·         Tokoh Penting Dalam Kitab

Henokh orang yang bergaul dengan Allah, Nuh pembuat Bahtera, Abraham Bapa Orang Beriman, Yakub orang yang hidupnya diubah oleh doa, dan Yusuf anak Yakub yang diangkat dari perbudakan menjadi perdana menteri Mesir.

·         Peristiwa Penting Dalam Alkitab : Kitab tentang asal mula. asal mula alam semesta, umat manusia dan lainnya, dan sebagian besar merupakan catatan tentang sejarah mula-mula dari keluarga yang dipilih.

 

2.      Keluaran

·         Penulis : Musa

·         Tahun Penulisan : Sekitar 1445 – 1405 SM

·         Tempat Penulisan : Padang Belantara

·         Sejarah Penulisan : Keluaran melanjutkan kisah yang dimulaikan dalam Kejadian. Judul kitab ini diambil dari kata Yunani exodos (judul yang dipakai di Septuaginta, yaitu PL dalam bahasa Yunani) yang artinya "keluaran" atau "keberangkatan." Kata ini menunjuk kepada pembebasan bangsa Israel secara luar biasa dari perhambaan di Mesir oleh Allah dan keberangkatan mereka dari negeri itu sebagai umat Allah.

·         Tujuan Penulisan : Keluaran ditulis untuk memberikan laporan tentang tindakan-tindakan Allah yang bersejarah dan bersifat menebus sehingga Israel dibebaskan dari Mesir, ditetapkan sebagai bangsa pilihan-Nya, dan diberi penyataan tertulis mengenai perjanjian-Nya dengan mereka. Kitab ini juga ditulis sebagai mata rantai yang teramat penting dalam keseluruhan penyataan diri Allah yang bertahap-tahap yang mencapai puncaknya di dalam diri Yesus Kristus dan dalam PB.

·         Tema Penting : Perbudakan, pembebasan, dan permulaan sejarah bangsa Israel dalam perjalanannya ke Kanaan, dibawah pimpinan Musa.

·         Tokoh Penting : Musa: Memimpin orang Ibrani keluar dari Mesir dan menuju Kanaan, Harun : kakak Musa, Miriam : saudara perempuan Musa Firaun : Penguasa Mesir yang tidak disebutkan namanya, bertanggung jawab untuk menjaga orang Ibrani diperbudak.

·         Peristiwa Penting : Orang Israel ditindas di Mesir (1:1–22), Musa lahir dan diselamatkan (2:1–10), Musa membela bangsanya Ia lari ke tanah Midian (2:11–22), Musa diutus TUHAN (2:23-4:17), Musa kembali ke Mesir (4:18–31), Musa menghadap Firaun bangsa Israel makin ditindas (5:1–24), Pengutusan Musa (6:1–12), Nenek moyang Musa dan Harun (6:13–26).

 

3.      Imamat

·         Penulis : Musa

·         Tahun Penulisan : 1445 – 1405 SM

·         Tempat Penulisan : Padang Belantara

·         Sejarah Penulisan : Imamat berhubungan erat dengan kitab Keluaran yang diakhiri dengan datangnya Yang Kudus untuk tinggal di dalam Kemah Suci yang baru saja didirikan itu (Kel 40:34). Imamat berisi pengarahan yang diberikan Allah kepada Musa selama dua bulan di antara selesainya pembangunan Kemah Suci dan keberangkatan Israel dari Gunung Sinai. Judul "Imamat" diambil bukan dari Alkitab bahasa Ibrani, tetapi dari terjemahan Yunani dan Latin. Judul ini mungkin membuat orang berpikir bahwa kitab Imamat hanya membahas imam-imam Lewi; akan tetapi, tidak demikian halnya karena sebagian besar kitab ini berkenaan dengan seluruh bangsa Israel.

·         Tujuan Penulisan : Imamat ditulis untuk mengajar bangsa Israel dan para imam perantara mereka mengenai cara menghampiri Allah melalui darah pendamaian dan untuk menjelaskan standar kehidupan kudus yang ditetapkan Allah bagi umat pilihan-Nya.

·         Tema Penting : Kitab Hukum mengenai moral. ketahiran, makanan dan lain-lain. Kitab ini mengajarkan jalan masuk kepada Allah melalui korban-korban persembahan.

·         Tokoh Penting : Tokoh utama dalam kitab ini adalah Harun, seorang dari Suku Lewi. Tugas keimaman yang dilukiskan dalam kitab ini terbatas pada putra-putranya yang kepada mereka diberikan tugas untuk melaksanakan pelayanan imam.

·         Peristiwa Penting : Korban Bakaran, Korban penghapus Dosa, Persembahan bakaran, Korban sajian, Korban penghapusan dosa, Upacara tentang persembahan untuk perdamaian, Upacara pentahbisan, Upacara konsekrasi, Harun memberi kurban, Nasib Nadab dan Abihu, Peraturan tentang makanan yang dikuduskan, Binatang haram dan tidak haram, Pemurnian setelah melahirkan, Dalil tentang kusta.

4.      Bilangan

·         Penulis : Musa

·         Tahun penulis : + 1405 SM

·         Tempat Penulis : Padang Belantara & Dataran Moab

·         Sejarah Penulis : Secara kronologis, Bilangan merupakan sambungan sejarah yang dicatat di kitab Keluaran. Bilangan mencatat pemberontakan serius Israel di Kadesy dan hukumannya di padang gurun selama 39 tahun, sehingga Allah membawa suatu angkatan orang Israel yang baru ke dataran Moab, yang terletak di seberang Sungai Yordan dari Yeriko dan tanah perjanjian. Rupanya Musa mencatat dalam buku hariannya sepanjang pengembaraan di padang gurun dan kemudian menyusun isi kitab Bilangan dalam bentuk narasi menjelang kematiannya. Kebiasaan Musa untuk menyebut dirinya dengan kata ganti orang ketiga memang biasa dilakukan dalam tulisan-tulisan kuno dan karena itu tidak melemahkan kredibilitasnya sebagai penulisan.

·         Tujuan Penulisan: Bilangan ditulis untuk mengisahkan mengapa Israel tidak langsung masuk tanah perjanjian setelah meninggalkan Gunung Sinai. Bilangan menggambarkan tuntutan Allah akan iman dari umat-Nya, balasan dan hukuman-Nya atas pemberontakan, dan bagaimana maksud-Nya yang berkelanjutan itu akhirnya diwujudkan.

·         Tema Penting: Kitab tentang pengembaraan bangsa israel. Empat puluh tahun mengembara di padang gurun.

·         Tokoh Penting : Tokoh yang paling penting di dalam Kitab ini adalah Musa dan Harun.

·         Peristiwa Penting : Dosa Musa dan Harun, Perjalanan ke daerah Moab, Balak memanggil Bileam, Hak waris bagi anak-anak perempuan, Yosua mengganti Musa, Korban pagi dan korban petang, Pembalasan kepada orang-orang, Penyerahan daerah sebelah timur sungai Yordan, Batas-batas tanah Kanaan.

5.      Ulangan 

·         Penulis : Musa

·         Tahun Penulisan : 1405 SM

·         Tempat Penulisan : Dataran Moab

·         Sejarah Penulisan : Generasi yang yang pertama dari bangsa Israel telah mati di padang gurun; Oleh karena itu hukum penting untuk diulang dan dijelaskan kepada generasi yang baru sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian.

·         Tujuan Penulisan : Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua untuk penaklukan Kanaan, maksud Musa mula-mula ialah untuk menasihati dan mengarahkan angkatan Israel yang baru tentang perbuatan-perbuatan perkasa dan janji-janji Allah, kewajiban mereka bertalian dengan perjanjian untuk beriman dan taat, dan perlunya mereka menyerahkan diri untuk takut kepada Tuhan, hidup di dalam kehendak-Nya, serta mengasihi dan menghormati Dia dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan mereka.

·         Tema Penting : Pengulangan Hukum yang telah dinyatakan di Sinai, dengan ajakan untuk taat, diselingi ulasan pengalaman generasi yang lalu.

·         Tokoh Penting : Tokoh paling penting di dalam Kitab ini adalah Musa

·         Peristiwa Penting : Pengulangan perjanjian Allah dengan bangsa Israel di masa lalu, Pengulangan sepuluh perintah, Undang undang hukum dipelajai di Kanaan, Penjelasan tambahan tentang penglihatan terakhir dan kematian Musa.

6.      Yosua

·         Penulis : Yosua

·         Tahun : + 1445 – 1405 SM

·         Tempat : Kanaan

·         Sejarah : Kitab Yosua merupakan kelanjutan sejarah Pentateukh, Kitab ini mencatat peristiwa Israel menyeberangi Sungai Yordan memasuki Kanaan setelah Musa wafat, dan juga penaklukan dan menetapnya kedua belas suku Israel di Kanaan di bawah pemimpin Yosua.

·         Tujuan : Kitab Yosua ditulis sebagai catatan mengenai kesetiaan Allah dalam menggenapi janji-janji perjanjian-Nya kepada Israel mengenai tanah Kanaan. Kekerasan di dalam kitab ini harus dilihat dari perspektif ini. Arkeologi menegaskan bahwa kebejatan dan kekejaman yang merajalela menjadi ciri khas dari suku-suku Kanaan yang diganti oleh Israel.

·         Tema : Sebuah catatan tentang penaklukan Kanaan dibawah pimpinan Yosua, dan pembagian tanah kepada keduabelas suku.

·         Tokoh : Tokoh penting dalam Kitab ini adalah Yosua

·         Peristiwa : Kanaan direbut, Tanah dibagi-bagi, Tanah di sebelah Utara & Barat Sungai Yordan, Kota-kota untuk orang-orang Lewi, Suku-suku di bagian timur kembali ke wilayah mereka, Pidato Yosua sebelum ia meninggal, Perjanjian dikukuhkan kembali di Sikhem.

7.      Hakim Hakim

·         Penulis : Samuel

·         Tahun : 1050 - 1000 SM

·         Tempat : Israel

·         Sejarah : Kitab Hakim-Hakim menjadi mata rantai utama sejarah di antara zaman Yosua dengan zaman raja-raja Israel. Yang pasti ialah: kitab ini mencatat dan menilai masa para hakim dari segi perjanjian (mis. Hak 2:1-5). Musa sudah menubuatkan bahwa penindasan oleh bangsa-bangsa asing akan menimpa bangsa Israel sebagai salah satu kutukan Allah jikalau mereka menyimpang dari perjanjian. Kitab Hakim-Hakim menggarisbawahi kenyataan nubuat tersebut dalam sejarah.

·         Tujuan : Dari segi sejarah, Hakim-Hakim memberikan catatan utama sejarah Israel di tanah perjanjian sejak kematian Yosua hingga masa Samuel. Dari segi teologi, kitab ini mengungkapkan kemerosotan rohani dan moral dari suku-suku Israel setelah menetap di negeri itu, serta menunjukkan dengan jelas dampak-dampak yang merugikan yang senantiasa terjadi apabila Israel melupakan perjanjian mereka dengan Allah dan mulai mengikuti berhala dan kebejatan.

·         Tema : Sejarah tentang keenam kali perhambaan terhadap Israel dan macam-macam cara pembebasan tanah tersebut melalui limabelas hakim.

·         Tokoh : Ada beberapa hakim yang dijelaskan dalam Kitab Hakim-hakim antara lain Otniel, Ehud, Samgar, Debora, Barak, Gideon, Tola, Yair, Yefta, Ebzan, Elon, Abdon, dan Simson.

·         Peristiwa: Penaklukan Daerah Selatan&Utara, Penaklukan Daerah Utara, Malaikat Tuhan dan Pelanggaran Perjanjian, Israel Pada Masa Hakim-hakim, Pengenalan Zaman Hakim-hakim, Kemenangan Atas Orang Kanaan, Gideon Melawan Midian.

8.      Rut

·         Penulis : Samuel

·         Tahun : Abad ke-10 SM

·         Tempat : Israel

·         Sejarah : Secara historis, kitab ini menguraikan berbagai peristiwa dalam kehidupan suatu keluarga Israel pada zaman para hakim, Karena kitab ini hanya merunut keturunan Rut sampai Raja Daud, mungkin sekali kitab ini ditulis pada zaman pemerintahan Daud. Penulis kitab ini tidak pernah disebutkan dalam Alkitab, sekalipun tradisi Yahudi menyebutkan Samuel sebagai penulisnya.

·         Tujuan : Rut ditulis untuk menguraikan bagaimana melalui kasih yang berkorban dan pelaksanaan hukum Allah yang benar, seorang wanita muda Moab yang saleh menjadi buyut raja Israel, Daud. Kitab ini juga ditulis untuk melestarikan sebuah kisah indah dari zaman hakim-hakim mengenai sebuah keluarga saleh yang kesetiaannya dalam penderitaan sangat kontras dengan kemerosotan rohani dan moral yang umum di Israel pada masa itu.

·         Tema : Cerita pastoral yang indah dimana Rut mucul sebagai nenek moyang Raja Daud dan Yesus Kristus.

·         Tokoh : Tokoh penting dalam Kitab ini yaitu antara lain Rut, Naomi, Boas, Elimelek, Mahlon, Orpa, Kilyon.

·         Peristiwa : Kemalangan Naomi, Keputusan Naomi untuk Meninggalkan Moab, Kasih Rut yang Setia, Rut Bertemu dengan Boas di Ladang Waktu Panen, Pemeliharaan Allah dalam Keputusan Rut, Pengarahan Naomi Mengenai Boas, Pernikahan dan Seorang Putra, Perwujudan Harapan Naomi.

9.      I Samuel

·         Penulis : Samuel; Gad; Natan

·         Tahun : Akhir abad ke-10 SM

·         Tempat : Israel

·         Sejarah : Di PL Ibrani, 1 dan 2 Samuel merupakan satu kitab, keduanya diberi nama menurut nabi Samuel, tokoh yang sangat dihormati sebagai seorang pemimpin rohani Israel yang tangguh dan yang dipakai Allah untuk mengatur kerajaan teokratis. 1 Samuel meliputi hampir seratus tahun sejarah Israel - dari kelahiran Samuel hingga wafatnya Saul (sekitar 1105-1010 SM). Kemungkinan besar kitab ini diselesaikan tidak lama sesudah tahun 930 SM, karena 1 Samuel tampaknya menunjuk kepada pecahnya kerajaan dan 2 Samuel berakhir dengan hari-hari terakhir Daud.

·         Tujuan : Kitab ini menguraikan titik peralihan yang kritis dalam sejarah Israel dari kepemimpinan para hakim kepada pemerintahan seorang raja. Kitab ini menunjukkan dengan jelas bahwa ketidaktaatan Saul dan pelanggarannya terhadap tuntutan-tuntutan teokratis jabatannya membuat Allah menolak dan menggantikannya sebagai raja.

·         Tema : Kisah hidup Samuel, dimulai dengan tahun-tahun permulaan jaman kerajaan di Israel dibawah pemerintahan Saul dan Daud.

·         Tokoh : Samuel sebagai Hakim yang terakhir, Saul sebagai Raja pertama Israel, Daud sebagai Raja Israel yang pandai dalam berbagai hal.

·         Peristiwa : Kelahiran dan Pengabdian Samuel, Panggilan Samuel dan masa Kecil yang luar biasa, Kekalahan Filistin melalui Doa Samuel, Tuntutan bangsa Israel untuk seorang Raja, Saul Dipilih, dan Diurapi menjadi Raja, Kekerasan hati Saul, dan Nubuat Samuel, Pembebasan Israel oleh Yonatan, Daud Diurapi menjadi Raja, Daud membunuh raksasa Goliat, Penganiayaan Saul terhadap Daud, Tajun-tahun terakhir pemerintahan Saul, dan bunuh dirinya.

10.  II Samuel

·         Penulis : Gad; Natan

·         Tahun : Akhir abad ke-10 SM

·         Tempat : Israel

·         Sejarah : Karena Kitab 1 dan 2 Samuel pada mulanya menjadi satu kitab dalam PL Ibrani, latar belakang 2 Samuel dibahas secara lebih terinci pada permulaan 1 Samuel. Perlu diperhatikan di sini bahwa jikalau 1 Samuel meliputi sejarah selama hampir satu abad, dari kelahiran Samuel hingga kematian Saul (sekitar tahun 1105-1010 SM), maka 2 Samuel hanya mencatat pemerintahan Daud, suatu masa yang lamanya 40 tahun (sekitar 1010-970 SM).

·         Tujuan : 2 Samuel melanjutkan sejarah yang bersifat nubuat dari sifat teokratis kerajaan Israel. Kitab ini secara mendalam mengilustrasikan dari kehidupan pribadi dan pemerintahan Daud syarat-syarat perjanjian sebagaimana dikemukakan Musa dalam kitab Ulangan: ketaatan pada perjanjian menghasilkan berkat-berkat Allah; pengabaian hukum Allah mengakibatkan kutukan dan hukuman.

·         Tema : Kisah hidup Samuel, dimulai dengan tahun-tahun permulaan jaman kerajaan di Israel dibawah pemerintahan Saul dan Daud.

·         Tokoh : Tokoh yang penting dalam Kitab ini adalah Daud.

·         Peristiwa : Pemerintahan Daud atas Yehuda, Pemerintahan Daud atas seluruh Israel, Daud dan Batsyeba, Musibah dan kesulitan-kesulitan.

11.  I Raja-Raja

·         Penulis : Yeremia

·         Tahun : Sekitar 560-550 SM

·         Tempat : Yehuda

·         Sejarah : 1 dan 2 Raja-Raja langsung melanjutkan sejarah yang tercatat dalam 1 dan 2 Samuel, keempat kitab ini secara selektif meliput seluruh sejarah para raja Israel dan Yehuda. 1 dan 2 Raja-Raja bermula menjadi satu kitab dalam PL Ibrani; oleh karena itu masalah kepenulisan berkaitan dengan keduanya sebagai satu kitab.

·         Tujuan : 1 dan 2 Raja-Raja ditulis untuk memberikan kepada orang Ibrani agar dapat memahami mengapa bangsa itu terpecah pada tahun 930 SM, mengapa kerajaan Israel di utara jatuh pada tahun 722 SM, dan mengapa kerajaan Daud dan Yerusalem jatuh pada tahun 586 SM.

·         Tema : Permulaan sejarah kerajaan Israel, dan kemudian pecahnya Kerajaan. Pelaku kepahlawanan Elia dan Elisa muncul.

·         Tokoh : Daud (hari tua, kematian dan penggantinya), Salomo (pembangunan Bait Allah dan perpecahan kerajaan), Yerobeam bin Nebat, raja pertama Kerajaan Israel Utara (atau Kerajaan Israel), Asa raja Kerajaan Yehuda, Yosafat (raja Yehuda), Ahab (raja Israel), Nabi Elia, Nabi Elisa bin Safat penerus Elia, Hizkia raja Yehuda, Yosia raja Yehuda, Yoyakhin raja Yehuda.

·         Peristiwa : Akhir pemerintahan Daud, Salomo menjadi raja, Pemerintahan Salomo, Kerajaan yang terpecah, Pemberontakan suku-suku utara, Raja-raja Yehuda dan Israel, Yosafat raja Yehuda dan Ahazia raja Israel.

12.  II Raja-Raja

·         Penulis : Yeremia

·         Tahun : Sekitar 560-550 SM

·         Tempat : Yehuda dan Mesir

·         Sejarah : Karena 1 dan 2 Raja-Raja merupakan sejarah yang berkesinambungan, maka informasi penting tentang latar belakang 2 Raja-Raja terdapat dalam Pendahuluan 1 Raja-Raja. 2 Raja-Raja melanjutkan penelusuran kemerosotan Israel dan Yehuda, yang dimulai sekitar tahun 852 SM.

·         Tujuan : 2 Raja-Raja mempunyai maksud yang sama dengan 1 Raja-Raja. Secara singkat, maksud asli ialah memberikan orang Ibrani, khususnya orang-orang buangan di Babel, suatu penafsiran dan pemahaman yang bersifat nubuat tentang sejarah mereka sementara masa kerajaan yang pecah supaya mereka tidak akan mengulangi dosa-dosa nenek moyang mereka.

·         Tema : Permulaan sejarah kerajaan Israel, dan kemudian pecahnya Kerajaan. Pelaku kepahlawanan Elia dan Elisa muncul.

·         Tokoh : Daud (hari tua, kematian dan penggantinya), Salomo (pembangunan Bait Allah dan perpecahan kerajaan), Yerobeam bin Nebat, raja pertama Kerajaan Israel Utara (atau Kerajaan Israel), Asa raja Kerajaan Yehuda, Yosafat (raja Yehuda), Ahab (raja Israel), Nabi Elia, Nabi Elisa bin Safat penerus Elia, Hizkia raja Yehuda, Yosia raja Yehuda, Yoyakhin raja Yehuda.

·         Peristiwa : Kerajaan yang pecah, Nabi Elisa, Kerajaan Yehuda dan Israel, Jatuhnya Samaria,  Kerajaan Yehuda, Pemerintahan Yosia, Raja-raja Yehuda yang terakhir, Jatuhnya Yerusalem.

13.  I Tawarikh

·         Penulis : Ezra

·         Tahun : 450-420 SM

·         Tempat : Yerusalem

·         Sejarah : Penulis mencari keterangan dari banyak sumber tertulis ketika menulis kitab Tawarikh ini, termasuk beberapa kitab PL dan catatan non-kanonik mengenai para raja dan nabi. Ezra diberi hak untuk memakai semua dokumen yang tersedia dalam menyusun Tawarikh, pandangan ini merupakan tradisi kuno dan mungkin menggambarkan dengan tepat cara Roh Kudus menuntun dan mengilhamkan penyusunan kedua kitab ini.

·         Tujuan : Tawarikh ditulis untuk menghubungkan orang-orang Yahudi buangan yang kembali dengan nenek moyang dan sejarah penebusan mereka.

·         Tema : Sebagian besar adalah catatan tentang masa pemerintahan Daud, Salomo dan raja-raja Yehuda sampai pada masa penawanan.

·         Tokoh : Tokoh penting dalam Kitab ini seperti Daud.

·         Peristiwa : Silsilah dan nama-nama, Wafatnya Saul, Pemerintahan Daud, Kesukaran-kesukaran yang dialaminya dan hal-hal yang dicapainya, Persiapan untuk pembangunan rumah Tuhan.

14.  II Tawarikh

·         Penulis : Ezra

·         Tahun :  450-420 SM

·         Tempat : Yerusalem

·         Sejarah : Karena 1 dan 2 Tawarikh mula merupakan satu kitab dalam PL Ibrani, latar belakang 2 Tawarikh dibahas dengan lebih terinci dalam Pendahuluan 1 Tawarikh. 2 Tawarikh ditulis dari perspektif seorang imam pada parohan kedua abad ke-5 SM ketika bait suci, keimaman, dan perjanjian Daud kembali menjadi hal yang sangat penting.

·         Tujuan : Seperti 1 Tawarikh, 2 Tawarikh ditulis untuk kaum sisa Yahudi yang kembali dan berhadapan dengan kebutuhan mendesak untuk menemukan kembali warisan rohani mereka. Daripada menekankan sisi gelap dari sejarah Israel, kitab ini menekankan kebangunan rohani, pembaharuan, dan kebangkitan kembali iman bagi para buangan yang patah semangat, yang mencari masa depan dan pengharapan penebusan di tanah perjanjian.

·         Tema : Sebagian besar adalah catatan tentang masa pemerintahan Daud, Salomo dan raja-raja Yehuda sampai pada masa penawanan.

·         Tokoh : misalnya Daud (1 Taw 29:10–19), dan isi surat penting, seperti surat Paskah dari Hizkia (2 Taw 30:6–9).

·         Peristiwa : Pemerintahan Salomo, Tahun-tahun pertama, Pembangunan rumah Tuhan, Tahun-tahun kemudian, Pemberontakan suku-suku utara, Raja-raja Yehuda, Jatuhnya Yerusalem.

15.  Ezra

·         Penulis : Ezra

·         Tahun : 450-420 SM

·         Tempat : Yerusalem

·         Sejarah : Kitab Ezra adalah bagian dari sejarah yang berkesinambungan dari orang Yahudi yang ditulis setelah masa pembuangan, terdiri atas 1 dan 2 Tawarikh, Ezra, dan Nehemia. Kitab Ezra mencatat bagaimana Allah menggenapi janji nubuat-Nya melalui Yeremia untuk memulihkan orang Yahudi setelah 70 tahun pembuangan dengan membawa mereka kembali ke tanah air mereka.

·         Tujuan : Kitab ini ditulis untuk menunjukkan pemeliharaan dan kesetiaan Allah dalam memulihkan kaum sisa Yahudi dari pembuangan mereka di Babel

·         Tema: Catatan tentang kembalinya bangsa Yahudi dari penawanan, dan pembangunan kembali bait suci.

·         Tokoh : Ezra

·         Peristiwa : Pemulangan pertama dari tempat pembuangan, rumah Tuhan dibangun kembali dan ditahbiskan, Ezra kembali bersama-sama dengan para buangan lain.

16.  Nehemia

·         Penulis : Nehemia

·         Tahun : Sekitar 430-420 SM

·         Tempat : Yerusalem

·         Sejarah : Sejarah PL diakhiri dengan kitab Nehemia, ketika orang buangan Yahudi diizinkan kembali ke negeri mereka setelah pembuangan di Babel dan Persia. Ezra meliput peristiwa-peristiwa yang berkenaan dengan dua rombongan pertama (538 SM; 457 SM), dan Nehemia mencatat aneka peristiwa selama kembalinya rombongan ketiga (444 SM). Sedangkan fokus kitab Ezra adalah pembangunan kembali Bait Suci, maka fokus kitab Nehemia adalah pembangunan kembali tembok Yerusalem. Kedua kitab menekankan pentingnya pemulihan rohani dan komitmen kepada Allah dan Firman-Nya.

·         Tujuan : Kitab ini ditulis untuk melengkapi catatan sejarah pascapembuangan yang diawali dalam kitab Ezra dan untuk menunjukkan apa yang dilakukan Allah demi kaum sisa melalui kepemimpinan yang saleh dari Nehemia dan Ezra selama tahap ketiga dari pemulihan pascapembuangan.

·         Tema : Sebuah riwayat tentang pembangunan kembali tembok Yerusalem, dan penegakkan kembali peraturan-peraturan kudus.

·         Tokoh : Nehemia

·         Peristiwa : Nehemia kembali ke Yerusalem, Tembok-tembok Yerusalem diperbaiki, Hukum Tuhan dibacakan dan perjanjian dengan Allah diperbaharui, Kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan Nehemia.

17.  Ester

·         Penulis : Mordekhai

·         Tahun :  460-400 SM

·         Tempat : Syusyan, Elam

·         Sejarah : kitab ini sendiri bahwa penulisnya mengetahui adat-istiadat Persia, istana Susan, serta hal-ihwal Raja Ahasyweros, yang menunjukkan bahwa penulis mungkin hidup di Persia dalam masa yang diuraikan dalam kitab ini. Apalagi, dukungannya kepada orang Yahudi serta pemahamannya mengenai kebiasaan Yahudi memberi kesan bahwa dia seorang Yahudi. Hal ihwal sejarah dan linguistiknya tidak mendukung tanggal yang kemudian daripada 400 SM. Kitab "Tambahan-Tambahan pada Kitab Ester" yang tergolong kitab apokrifa ditulis lama sekali setelah kitab Ester yang kanonik.

·         Tujuan : untuk menunjukkan bagaimana orang Yahudi dilindungi dan diselamatkan dari ancaman pemusnahan oleh campur tangan Allah melalui Ratu Ester. Kitab ini juga menguraikan kewajiban untuk merayakan Purim setiap tahun.

·         Tema : Catatan tentang kembalinya bangsa Yahudi dari penawanan, dan pembangunan kembali bait suci.

·         Tokoh : Mordekhai, Ezra, Nehemia

·         Peristiwa : Penciptaan alam semesta dan manusia, Pangkal dosa dan penderitaan, Menara Babel, Dari Sem sampai Abram, Keturunan Esau, Yusuf dan saudara-saudaranya, Orang Israel di Mesir.

18.  Ayub

·         Penulis : Musa

·         Tahun : 1440 SM  atau 950 SM

·         Tempat : Padang Belantara

·         Sejarah : Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu kitab hikmat dan syair dalam PL: "hikmat" karena membahas secara mendalam soal-soal universal yang penting dari umat manusia; "syair" karena hampir seluruh kitab ini berbentuk syair. Akan tetapi, semua syair ini berdasarkan seorang tokoh sejarah yang nyata dan suatu peristiwa sejarah yang nyata.

·         Tujuan : Kitab ini membantu untuk memahami beberapa fakta. Iblis tidak dapat merusak keuangan atau kesehatan kita tanpa seijin Allah, Allah berdaulat membuat keputusan terhadap tindak tanduk Iblis.

·         Tema : Masalah penderitaan, menunjukkan kejahatan Setan, kesabaran Ayub, kesia-siaan filsafat manusia, hikmat ilahi dan pada akhirnya pembebasan si penderita.

·         Tokoh : Ayub

·         Peristiwa : Keluhan Ayub, Pujian terhadap hikmat, Pernyataan Ayub yang terakhir, Wejangan Elihu, Tuhan menjawab Ayub.

19.   Mazmur

·         Penulis : Daud

·         Tahun : Sebagian besar abad ke-10 hingga ke-5 SM.

·         Tempat : Padang Belantara

·         Sejarah : Judul Ibrani untuk kitab Mazmur adalah tehillim, yang berarti "puji-pujian"; judul dalam Septuaginta ialah psalmoi, yang berarti "nyanyian yang diiringi alat musik gesek atau petik".

·         Tujuan : Kitab Mazmur, sebagai doa dan pujian yang diilhamkan Roh, ditulis, secara umum, untuk mengungkapkan perasaan mendalam hati sanubari manusia dalam hubungan dengan Allah.

·         Tema : Kumpulan seratus limapuluh lagu dan puisi religius/rohani, dan doa yang digunakan selama berabad-abad oleh jemaat dalam kebaktian mereka.

·         Tokoh : Daud

·         Peristiwa : Mazmur Kemesiasan, Orang Duniawi Dan Orang Fasik, Pengalaman-Pengalaman Israel, Tanggung Jawab Penguasa.

20.   Amsal

·         Penulis : Salomo; Agur; Lemuel

·         Tahun : Sekitar 970-700 SM

·         Tempat : Yerusalem

·         Sejarah : Sebagaimana Daud menjadi sumber tradisi bermazmur di Israel, demikian Salomo menjadi sumber tradisi hikmat. Menurut 1Raj 4:32, Salomo menghasilkan 3000 amsal dan 1005 kidung semasa hidupnya. Penulis lain yang disebutkan dalam Amsal adalah Agur dan Raja Lemue, keduanya tidak kita kenal. Penulis-penulis lain disebut secara tak langsung dalam Ams 22:17 dan Ams 24:23. Sekalipun sebagian besar Amsal ini digubah pada abad ke-10 SM, waktu terdini yang mungkin bagi selesainya penyusunan kitab ini adalah masa pemerintahan Hizkia.

·         Tujuan : Tujuan kitab ini dinyatakan dengan jelas dalam Ams 1:2-7: memberi hikmat dan pengertian mengenai perilaku yang bijak, kebenaran, keadilan, dan kejujuran.

·         Tema : Kumpulan moral dan dalil rohani, serta khotbah/percakapan tentang hikmat/kebijaksanaan, penguasaan diri, keadilan, dan lain-lain.

·         Tokoh : Salomo

·         Peristiwa : Hikmat diagungkan, Petuah-petuah Salomo, Ucapan-ucapan Agur, Ucapan-ucapan Lemuel, Pujian kepada istri yang berbudi.

21.  Pengkotbah

·         Penulis : Salomo

·         Tahun : + 935 SM

·         Tempat : Yerusalem

·         Sejarah : Pada umumnya dipercayai bahwa penulisnya adalah Salomo, sekalipun namanya tidak muncul di dalam kitab ini, seperti dalam kitab Amsal) dan Kidung Agung . Akan tetapi, beberapa bagian mengesankan Salomo selaku penulis : Penulis menyebutkan dirinya sebagai anak Daud, raja di Yerusalem (Pengkh 1:1,12), Ia menyebut dirinya pemimpin yang paling bijaksana dari umat Allah (Pengkh 1:16), penggubah banyak amsal (Pengkh 12:9), dan Kerajaannya dikenal karena kekayaan dan kemuliaan yang berlimpah-limpah (Pengkh 2:4-9).

·         Tujuan : Tujuan utamanya dalam menulis Pengkhotbah adalah menyampaikan semua penyesalan dan kesaksiannya kepada orang lain sebelum ia wafat, khususnya kepada kaum muda, supaya mereka tidak melakukan kesalahan yang sama seperti dirinya. Ia membuktikan untuk selama-lamanya kesia-siaan melandaskan nilai-nilai kehidupan seorang pada harta benda duniawi dan ambisi pribadi. Sekalipun orang muda harus menikmati masa muda mereka, adalah lebih penting untuk mengabdikan diri kepada Sang Pencipta dan membulatkan tekad untuk takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya; itulah satu-satunya jalan untuk menemukan makna hidup ini.

·         Tema : Renungan tentang kesia-siaan hidup, serta tanggung jawab dan kewajiban manusia terhadap Allah, dan lain-lain.

·         Tokoh : Salomo, Anak Daud

·         Peristiwa : Kesia-Siaan Hidup Mementingkan Diri yang Dilukiskan, Berbagai Pengamatan Tentang Pengalaman Hidup, Nasihat Nasihat Penutup.

22.  Kidung Agung

·         Penulis : Salomo

·         Tahun : + 960 SM

·         Tempat : Yerusalem

·         Sejarah : Secara harfiah, nama Ibrani kitab ini diterjemahkan Nyanyian Atas Segala Nyanyian suatu ungkapan yang berarti "Nyanyian yang Terbaik" (sama seperti "Raja atas segala raja" berarti "Raja yang Maha Besar"); karena itu kitab ini dianggap sebagai nyanyian pernikahan yang terbaik yang pernah digubah. Salomo dianggap sebagai penggubah Kidung Agung ini. Secara liturgis, Kidung Agung menjadi salah satu di antara lima gulungan dari bagian ketiga Alkitab Ibrani, yaitu Hagiographa ("Tulisan-Tulisan Kudus"). Masing-masing tulisan ini dibacakan di hadapan umum pada hari raya Yahudi tertentu; kitab ini dibacakan pada hari raya Paskah.

·         Tujuan : Untuk menggarisbawahi asal-usul ilahi dari sukacita dan martabat kasih manusia di dalam pernikahan.

·         Tema: Puisi religius yang melambangkan kasih yang timbal balik antara Kristus dan jemaat.

·         Tokoh : Mempelai perempuan & lelaki yang saling mencintai satu sama lain.

·         Peristiwa : Syair Pertama: Mempelai Wanita Merindukan Mempelai Laki-Laki, Syair Kedua: Kedua Kekasih Saling Mencari dan Berjumpa, Syair Ketiga: Iringan Pernikahan, Syair Keempat: Mempelai Wanita Takut Kehilangan Kekasihnya, Syair Kelima: Kecantikan Mempelai Wanita, Syair Keenam: Puncak Keindahan Kasih.

23.  Yesaya

·         Penulis : Yesaya

·         Tahun : + 700-680 SM

·         Tempat : Yerusalem

·         Sejarah : Latar belakang sejarah bagi pelayanan nubuat Yesaya, anak Amos adalah Yerusalem pada masa pemerintahan empat raja Yehuda. Menurut tradisi Yahudi, Yesaya mati syahid dengan digergaji menjadi dua oleh Raja Manasye putra Hizkia yang jahat dan penggantinya.

·         Tujuan : Nabi Yesaya dipanggil untuk bernubuat kepada Kerajaan Yudea yang pada saat itu melewati masa kebangkitan rohani dan masa pembangkakan.

·         Tema : Nabi pembebasan yang besar. Kitab ini kaya dengan nubuat-nubuat Kemesiasan, bercampur dengan kesusahan yang diucapkan atas bangsa yang berdosa.

·         Tokoh : Yesaya, Raja Ahas

·         Peristiwa : Peringatan dan janji, Hukuman untuk bangsa-bangsa, Pengadilan Allah terhadap dunia, Raja Hizkia dari Yehuda dan orang-orang Asyur, Pesan penuh janji dan harapan, Peringatan dan janji.

24.  Yeremia

·         Penulis : Yeremia

·         Tahun : + 585 - 580 SM

·         Tempat : Yehuda; Mesir

·         Sejarah : Pelayanan Yeremia sebagai nabi diarahkan kepada kerajaan selatan Yehuda, sepanjang 40 tahun terakhir dari sejarahnya (626-586 SM). Ia masih hidup untuk menyaksikan serbuan Babel ke Yehuda yang berakhir dengan kebinasaan Yerusalem dan Bait Suci. Karena tugas Yeremia ialah bernubuat kepada bangsa itu selama tahun-tahun akhir dari kemunduran dan kejatuhannya, dapatlah dimengerti bahwa, kitabnya penuh dengan kesuraman dan firasat buruk.

·         Tujuan : Untuk menyediakan suatu catatan abadi dari pelayanan dan berita nubuat Yeremia dan untuk menyatakan hukuman Allah yang pasti jadi dan tidak terelakkan ketika umat-Nya melanggar perjanjian dan bersikeras dalam pemberontakan terhadap Allah dan firman-Nya.

·         Tema : Nabi yang mencucurkan air mata. Hidup dari jaman Yosia sampai masa penawanan. Tema Utama, - Kemurtadan, perbudakan dan pemulihan bangsa Yahudi.

·         Tokoh : Yeremia & Tuhan.

·         Peristiwa : Panggilan Yeremia, Kejadian-kejadian dalam kehidupan Yeremia, Nubuat-nubuat terhadap bangsa-bangsa, Jatuhnya Yerusalem.

25.  Ratapan

·         Penulis : Yeremia

·         Tahun : 586 - 585 SM

·         Tempat : Dekat Yerusalem

·         Sejarah : Judul kitab ini diambil dari judul tambahannya dalam naskah PL terjemahan Yunani dan Latin - "Ratapan Yeremia." Ratapan ini ditetapkan untuk dibaca pada hari kesembilan dari bulan Ab, bilamana orang Yahudi memperingati penghancuran kota Yerusalem. Versi Septuaginta menempatkan Ratapan langsung setelah kitab Yeremia, tempatnya dalam kebanyakan Alkitab masa kini.

·         Tujuan : Yeremia menulis serangkaian lima ratapan untuk mengungkapkan kesedihan yang sangat dan penderitaan emosionalnya atas kerusakan Yerusalem yang tragis

·         Tema : Sebuah rangkaian nyanyian ratapan oleh Yeremia, meraung karena penderitaan Israel.

·         Tokoh : Yeremia

·         Peristiwa : Penderitaan Yerusalem, Hukuman kepada Yerusalem, Hukuman dan harapan, Yerusalem runtuh, Doa mohon belas kasihan.

26.   Yehezkiel

·         Penulis : Yehezkiel

·         Tahun : 590-570 SM

·         Tempat : Babilon

·         Sejarah : Latar belakang sejarah Kitab Yehezkiel ialah Babel pada tahun-tahun awal pembuangan (593-571 SM). Pelayanan Yehezkiel sebagai nabi terjadi pada masa sejarah PL yang paling gelap: tujuh tahun sebelum kebinasaan itu pada tahun 586 SM dan 15 tahun setelah kebinasaan itu. Kitab ini mungkin selesai sekitar tahun 570 SM.

·         Tujuan : Untuk menyampaikan berita Allah mengenai hukuman atas Yehuda dan Yerusalem yang sudah murtad dan tujuh bangsa asing di sekitar mereka dan untuk menopang iman sisa umat Allah dalam pembuangan mengenai pemulihan umat perjanjian-Nya dan kemuliaan akhir dari kerajaan-Nya.

·         Tema : Salah satu kitab misteri/rahasia, penuh dengan goresan metafora/kiasan yang dengan jelas menggambarkan keadaan yang menyedihkan dari umat Allah dan jalan untuk mencapai pengagungan dan kemuliaan di masa depan.

·         Tokoh : Yehezkiel & Tuhan.

·         Peristiwa : Yehezkiel dipanggil menjadi nabi, Pesan-pesan tentang hukuman bagi Yerusalem, Penghakiman Allah terhadap bangsa-bangsa, Janji Allah kepada umat-Nya, Pesan tentang hukuman bagi Gog, Penglihatan tentang Rumah TUHAN dan tanah Israel di kemudian hari.

27.  Daniel

·         Penulis : Daniel

·         Tahun : Sekitar 536-530 SM

·         Tempat : Babilon

·         Sejarah : Kitab ini mencatat berbagai peristiwa dari penyerbuan pertama Nebukadnezar ke Yerusalem (tahun 605 SM) hingga tahun ketiga pemerintahan Koresy (tahun 536 SM). Daniel adalah seorang remaja ketika peristiwa dalam pasal 1 terjadi dan sudah mencapai akhir usia 80-an ketika menerima berbagai penglihatan dalam pasal 9-12. Ia mungkin hidup sampai sekitar tahun 530 SM, menyelesaikan kitab ini dalam usia lanjutnya.

·         Tujuan : Untuk menenteramkan hati umat perjanjian PL bahwa hukuman pembuangan mereka di antara bangsa-bangsa kafir tidak akan menjadi nasib tetap mereka; dan untuk mewariskan kepada umat Allah sepanjang sejarah berbagai penglihatan bersifat nubuat tentang kedaulatan Allah atas bangsa-bangsa dan kemenangan terakhir kerajaan-Nya di bumi.

·         Tema : Kitab tentang biografi/kisah hidup pribadi dan penglihatan apokalips (tentang masa yang akan datang) mengenai peristiwa-peristiwa dalam sejarah sekuler maupun dalam sejarah kudus.

·         Tokoh : Daniel

·         Peristiwa : Daniel dan teman-temannya, Penglihatan-penglihatan yang dilihat Daniel, Empat binatang, Domba jantan dan kambing jantan, Akhir zaman.

28.  Hosea

·         Penulis : Hosea

·         Tahun : 715 - 710 SM

·         Tempat : Daerah Samaria

·         Sejarah : Latar belakang sejarah pelayanan Hosea disebutkan sebagai dalam pemerintahan Yerobeam II dari Israel dan empat raja Yehuda yang tidak hanya menjadikannya rekan sezaman yang lebih muda daripada Amos, tetapi juga dari Yesaya dan Mikha.

·         Tujuan : Kitab ini ditulis untuk menyatakan bahwa Allah mempertahankan kasih-Nya kepada umat perjanjian-Nya dan dengan sungguh-sungguh ingin menebus mereka dari kejahatan mereka; dan bahwa hal-hal menyedihkan terjadi apabila orang terus-menerus tidak menaati Allah dan menolak kasih-Nya yang menebus.

·         Tema : Sejaman dengan Yesaya dan Mikha. Pikiran Utama - Kemurtadan Israel digolongkan sebagai perzinahan rohani. Kitab ini penuh dengan goresan metafora/kiasan yang melukiskan dosa- dosa bangsa Israel.

·         Tokoh : Efraim, Yakub, Hosea

·         Peristiwa : Perkawinan Hosea dan keadaan keluarganya, Tuduhan-tuduhan TUHAN terhadap Israel, Pesan pertobatan dan janji.

29.  Yoel

·         Penulis : Yoel

·         Tahun : 835-830 SM

·         Tempat : Yehuda

·         Sejarah : Karena Yoel tidak menyebutkan raja atau peristiwa bersejarah yang diketahui tanggalnya, maka saat pelayanan dan berita nubuatnya tidak pasti. Orang lain beranggapan bahwa berita Yoel terjadi sementara masa awal pemerintahan Raja Yoas yang naik takhta Yehuda pada usia 7 tahun dan tetap berada di bawah perwalian imam besar Yoyada selama ia di bawah umur; situasi itu mungkin menjelaskan keunggulan para imam dalam kitab ini dan tidak adanya acuan kepada raja. Semua fakta ini dan beberapa fakta lainnya cenderung mengarah ke abad ke-9 SM sebagai latar belakang kitab ini.

·         Tujuan : untuk mengumpulkan umat itu di hadapan Tuhan dalam suatu perkumpulan raya yang kudus dan untuk menasihati mereka agar bertobat dan dengan rendah hati kembali kepada Tuhan Allah dengan berpuasa, menangis, berkabung, dan bersyafaat memohon kemurahan Allah.

·         Tema : Nabi Yehuda. Topik Utama - Pertobatan nasional (seluruh umat) dan berkat-berkatnya. "Hari Tuhan," waktu penghakiman ilahi, barangkali diubah menjadi masa diberkati.

·         Tokoh : Yoel & Tuhan.

·         Peristiwa : Bencana belalang, Janji TUHAN untuk memulihkan kemakmuran umat-Nya, Hari Tuhan.

30.  Amos

·         Penulis : Amos

·         Tahun : + 760 - 755 SM

·         Tempat : Yehuda

·         Sejarah : Amos adalah seorang nabi abad ke-8 SM, rekan sezaman Yesaya dan Mikha di Yehuda, dan Yunus serta Hosea di Israel. Ketika Amos bernubuat kepada kerajaan utara pada pertengahan abad ke-8 SM, bangsa itu secara lahiriah berada di puncak perluasan wilayah, stabilitas politik dan kemakmuran nasional, tetapi secara batiniah sudah bobrok. Di sanalah Amos dengan berani memberitakan berita keadilan, kebenaran dan hukuman ilahi karena dosa kepada umat yang tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan kepada mereka.

·         Tujuan : Untuk menyampaikan sebuah salinan tertulis dari peringatan kenabiannya kepada Raja Yerobeam II, dan menyebarluaskan berita di Israel (dan Yehuda) tentang kepastian hukuman Allah yang menjelang atas Israel dan bangsa-bangsa di sekitarnya kecuali mereka bertobat dari penyembahan berhala, kebejatan dan ketidakadilan. Kebinasaan Israel terjadi hanya 30 tahun kemudian.

·         Tema : Nabi yang menggembalakan umat, regormer yang berani, mencela keegoisan dan dosa. Kitab ini berisi sebuah rangkaian tentang lima penglihatan.

·         Tokoh : Amos

·         Peristiwa : Hukuman atas negara-negara tetangga Israel, Hukuman atas Israel, Lima penglihatan.

31.  Obaja

·         Penulis : Obaja

·         Tahun : + 840 SM

·         Tempat : -

·         Sejarah : Sebagian dari latar belakang nubuat ini mengingatkan kembali pada Kej 25:19-34; Kej 27:1-28:9 yaitu persaingan berkepanjangan di antara Esau (bapak orang Edom) dan Yakub (bapak ke-12 suku Israel). Sekalipun kita membaca dalam kitab Kejadian tentang perdamaian kedua saudara ini, kebencian di antara keturunan mereka sering kali menimbulkan pertempuran sepanjang sejarah alkitabia, Sesuai dengan sejarah permusuhan mereka, orang Edom bersukacita karena kesulitan Yerusalem.

·         Tujuan : Untuk menyatakan murka Allah yang hebat terhadap Edom karena sukacita mereka atas penderitaan Yehuda, dan untuk menyampaikan firman Allah tentang hukuman yang akan datang atas Edom.

·         Tema : Topik utama - malapetaka atas Edom dan pembebasan Israel.

·         Tokoh : Bangsa Edom & Bangsa Yehuda

·         Peristiwa : Edom dihukum, Hari Tuhan.

32.  Yunus

·         Penulis : Yunus

·         Tahun : + 760 SM

·         Tempat : -

·         Sejarah : Yunus, yang namanya berarti "merpati", diperkenalkan sebagai putra Amitai. Jadi, orang Farisi salah ketika mengatakan bahwa tidak pernah ada nabi dari Galilea. Pelayanan nubuat Yunus terjadi tidak lama sesudah masa pelayanan Elisa, bertumpang-tindih dengan masa pelayanan Amos (bd. Am 1:1) dan diikuti oleh pelayanan Hosea. Sekalipun kitab ini tidak menunjukkan penulisnya, sangat mungkin penulis itu Yunus sendiri.

·         Tujuan : Untuk menunjukkan kepada Israel dan bangsa-bangsa lainnya besarnya dan luasnya kasih sayang tindakan Allah yang menyelamatkan melalui pemberitaan pertobatan; dan untuk menunjukkan melalui pengalaman Yunus betapa jauhnya Israel telah jatuh dari panggilan misioner yang semula untuk menjadi terang penebusan bagi orang-orang yang tinggal dalam gelap.

·         Tema : Cerita tentang "Misionari/Pengabar Injil yang Enggan" yang diajar lewat pengalaman pahit tentang ketaatan dan dalamnya belas kasihan ilahi.

·         Tokoh : Yunus

·         Peristiwa : Yunus dipanggil, tetapi ia tidak taat, Yunus menyesal dan diselamatkan, Ancaman yang disampaikan Yunus terhadap Niniwe, Pengampunan Allah kepada Niniwe.

33.  Mikha

·         Penulis : Mikha

·         Tahun : + 740-710 SM

·         Tempat : Yehuda

·         Sejarah : Nabi Mikha berasal dari kota kecil Moresyet-Gat di bagian selatan Yehuda. Mikha adalah nabi pedesaan yang mengutuk para pemimpin Yehuda yang korup, nabi-nabi palsu, imam-imam fasik, pedagang-pedagang yang tidak jujur dan hakim-hakim yang kena suap. Ia berkhotbah menentang dosa-dosa ketidakadilan, penindasan para petani dan penduduk desa, keserakahan, kekikiran, kebejatan dan penyembahan berhala, dan mengingatkan akan dampak yang berat jikalau umat itu dan pemimpinnya terus bersikeras melakukan kejahatan. Ia meramalkan kejatuhan Israel dan ibu kotanya Samaria dan juga kejatuhan Yehuda dan ibu kotanya, Yerusalem.

·         Tujuan : Mikha menulis untuk memperingatkan bangsanya akan kepastian hukuman ilahi, menyebut dosa-dosa yang membangkitkan kemarahan Allah dan meringkas firman nubuat Allah mengenai Samaria dan Yerusalem (Mi 1:1). Dengan tepat dia menubuatkan kejatuhan Israel sebelum hal itu terjadi pada tahun 722 SM; ia bernubuat bahwa kebinasaan yang serupa akan menimpa Yehuda dan Yerusalem karena dosa dan pemberontakan mereka yang menyolok. Jadi, kitab ini melestarikan berita nubuat Mikha yang serius bagi angkatan terakhir Yehuda sebelum orang Babel datang menyerbu bangsa itu. Kitab ini juga memberikan sumbangan penting kepada seluruh penyataan PL tentang Mesias yang akan datang.

·         Tema : Kitab ini memberikan gambaran gelap tentang keadaan moral Israel dan Yehuda, tetapi memberitahukan akan didirikannya kerajaan Kemesiasan dimana orang-orang benar akan berkuasa.

·         Tokoh : Mikha & Tuhan.

·         Peristiwa : Hukuman atas Israel dan Yehuda, Pemulihan dan kedamaian, Peringatan dan harapan.

34.  Nahum

·         Penulis : Nahum

·         Tahun : + 630-620 SM

·         Tempat : Yehuda

·         Sejarah : Nahum memberitakan nubuatnya sebelum kejatuhan Niniwe pada tahun 612 SM. Ia mengacu pada kejatuhan Tebes sebagai peristiwa yang lampau jadi, nubuat Nahum disampaikan di antara 663 SM dan 612 SM, yaitu sementara masa pemerintahan raja Yosia dan gerakan pembaharuannya (+ 630-620 SM).

·         Tujuan : Allah memakai dia untuk memberitakan datangnya kebinasaan ibu kota Asyur, Niniwe, yang kejam dan jahat. Tidak ada bangsa sekejam Asyur yang dapat berharap akan lolos dari hukuman Allah.

·         Tema : Tema utama Kehancuran Niniwe. Yehuda dijanjikan pembebasan dari Asyur.

·         Tokoh : Tuhan

·         Peristiwa : Hukuman terhadap Niniwe, Jatuhnya Niniwe.

35.  Habakuk

·         Penulis : Habakuk

·         Tahun : + 606 SM

·         Tempat : Yehuda

·         Sejarah : Penulis kitab ini memperkenalkan dirinya sebagai "nabi Habakuk", selain itu ia tidak menceritakan latar belakang pribadi atau keluarganya, dan namanya (arti: merangkul) juga tidak muncul dalam bagian lain di Alkitab. Acuan Habakuk kepada "pemimpin biduan" memberi kesan bahwa dia mungkin juga dari suku Lewi dan pemusik di Yerusalem.

·         Tujuan : Habakuk menulis untuk menolong kaum sisa yang saleh di Yehuda memahami cara-cara Allah dalam hubungan dengan bangsa mereka yang berdosa dan hukumannya yang menjelang. Habakuk meyakinkan sesama orang percaya bahwa Allah akan bertindak melawan semua kefasikan pada saat-Nya. Sementara itu, "orang benar akan hidup oleh percayanya" dan bukan oleh pengertiannya, dan akan "bersorak-sorak di dalam Tuhan" Allah Juruselamat mereka

·         Tema : Ditulis pada jaman pembuangan di Babel. Tema utama - rahasia pemeliharaan Allah. Bagaimanakah Allah yang adil membiarkan suatu bangsa yang jahat menindas Israel?

·         Tokoh : Habakuk

·         Peristiwa : Keluhan Habakuk dan jawaban-jawaban Tuhan, Kutuk atas orang-orang yang tidak taat kepada perintah Tuhan, Doa Habakuk.

36.  Zefanya

·         Penulis : Zefanya

·         Tahun :  + 630 SM

·         Tempat : Yehuda

·         Sejarah : Zefanya yang namanya berarti "Tuhan menyembunyikan", adalah putra dari buyut Raja Hizkia yang bernubuat selama masa pemerintahaan Yosia (639-609 SM). Sebagai keturunan keluarga raja dan kerabat Raja Yosia berarti bahwa ia bisa keluar-masuk istana kerajaan. Dapat dipahami bahwa nubuat-nubuatnya berfokus pada firman Tuhan bagi Yehuda dan bangsa-bangsa lainnya.

·         Tujuan : Zefanya bernubuat dan menulis untuk memperingatkan Yehuda dan Yerusalem mengenai datangnya hukuman Allah yang mengancam yang disebut "hari Tuhan yang hebat".Zefanya juga menulis untuk membesarkan hati orang saleh bahwa Allah kelak akan memulihkan umat-Nya; ketika itu Yehuda akan menyanyikan pujian kepada Allah mereka yang adil, yang tinggal di antara mereka.

·         Tema : Kitab ini bernada suram, dipenuhi dengan ancaman, tetapi diakhiri dengan suatu penglihatan tentang kemuliaan Israel di masa yang akan datang.

·         Tokoh : Tuhan

·         Peristiwa : Hari penghakiman Tuhan, Kutukan atas negara-negara tetangga Yehuda, Yerusalem dihukum dan diselamatkan.

37.  Hagai

·         Penulis : Hagai

·         Tahun :  520 SM

·         Tempat : Yerusalem dibangun kembali

·         Sejarah : Kitab Hagai adalah yang pertama dari ketiga kitab nabi pascapembuangan dalam PL (Hagai, Zakharia dan Maleakhi). Latar belakang sejarah kitab ini penting untuk memahami beritanya. Pada tahun 538 SM, Raja Koresy dari Persia mengeluarkan maklumat mengizinkan orang Yahudi buangan untuk kembali ke negeri mereka untuk membangun kembali Yerusalem dan Bait Suci sebagai penggenapan nubuat Yesaya dan Yeremia dan syafaat Daniel. Kelesuan rohani mulai timbul, dan umat itu lalu mulai membangun rumah mereka sendiri. Pada tahun 520 SM, Hagai, dengan ditemani nabi Zakharia yang lebih muda, mulai mendorong Zerubabel dan umat itu untuk melanjutkan pembangunan rumah Allah. Empat tahun kemudian Bait Suci itu selesai dibangun dan ditahbiskan

·         Tujuan : Untuk menasihati Zerubabel (gubernur) dan Yoshua (imam besar) agar mengerahkan umat itu untuk membangun kembali Bait Suci, dan untuk memotivasi umat itu agar menata kembali hidup dan prioritas mereka untuk melanjutkan tugas mereka secara sungguh-sungguh dengan berkat Allah.

·         Tema : Rekan sekerja Zakharia. Ia memarahi umat karena kelambanannya dalam membangun kembali bait suci; tetapi berjanji bahwa kemuliaan Allah akan kembali saat pembangunan telah selesai.

·         Tokoh : Tuhan

·         Peristiwa: Perintah supaya membangun kembali Rumah Tuhan, Pesan-pesan yang memberi penghiburan dan pengharapan.

38.   Zakharia

·         Penulis : Zakharia

·         Tahun :  520-470 SM

·         Tempat : Yerusalem dibangun kembali

·         Sejarah : Zakharia merupakan rekan sezaman yang lebih muda daripada Hagai. Ezra 5:1 menyatakan bahwa keduanya menjadi nabi yang menggugah orang Yahudi di Yehuda dan Yerusalem untuk melanjutkan pembangunan kembali Bait Suci pada zaman gubernur Zerubabel dan imam besar Yosua. Jadi, latar belakang sejarah pasal 1-8 adalah sama dengan latar belakang Hagai. Akibat pelayanan kenabian Zakharia dan Hagai, pembangunan Bait Suci diselesaikan dan ditahbiskan pada tahun 515 SM.

·         Tujuan : Untuk mendorong kaum Yahudi sisa agar melanjutkan pembangunan kembali Bait Suci dan bertekun hingga tugas itu selesai dan untuk memberi semangat kepada semua umat yang, setelah menyelesaikan pembangunan Bait Suci, berkecil hati karena Mesias tidak tampak segera, dan untuk menyatakan arti sebenarnya bila Mesias datang.

·         Tema : Sejaman dengan Hagai. Ia menolong membangkitkan bangsa yahudi untuk membangun kembali bait suci. Ia memperoleh sebuah rangkaian dari delapan penglihatan, dan melihat kemenangan puncak dari kerajaan Allah.

·         Tokoh : Zakharia & Tuhan.

·         Peristiwa : Pesan-pesan yang berisi peringatan dan pengharapan, Penghakiman terhadap negeri-negeri tetangga Israel, Kemakmuran dan kesejahteraan di masa mendatang.

39.  Maleakhi

·         Penulis : Maleakhi

·         Tahun : Sekitar 430-420 SM

·         Tempat : Yerusalem dibangun kembali

·         Sejarah : Nama ini menjadi singkatan dari "Malakhiah" yang artinya "utusan Tuhan". Pendapat bahwa "Maleakhi" dalam Mal 1:1 merupakan gelar deskriptif dan bukan nama pribadi kurang dapat diterima. Dia adalah seorang Yahudi saleh yang tinggal di Yehuda masa pascapembuangan, rekan sezaman Nehemia, dan sangat mungkin seorang imam nabi. Kepercayaannya yang kokoh akan perlunya kesetiaan kepada perjanjian dan yang melawan ibadah yang munafik dan tak bersungguh-sungguh, penyembahan berhala, dan mencuri persepuluhan dan persembahan yang menjadi milik Allah, semua ini menunjuk kepada seorang yang memiliki integritas teguh dan pengabdian kuat kepada Allah.

·         Tujuan : Untuk bertobat dari dosa-dosa dan kemunafikan agama mereka sebelum Allah datang tiba-tiba dengan hukuman, untuk menyingkirkan semua rintangan ketidaktaatan yang menghalangi arus kemurahan dan berkat Allah, dan untuk kembali kepada Tuhan dan perjanjian-Nya dengan hati yang tulus dan taat.

·         Tema : Memberi gambaran yang jelas tentang akhir periode sejarah Perjanjian Lama. Ia menunjukkan perlunya reformasi/pemulihan sebelum datangnya Mesias.

·         Tokoh : Tuhan

·         Peristiwa : Tentang menyingsingnya Hari Baru dimana kebenaran akan menang, dan tentang datangnya seorang Reformator Rohani sebelum Hari Tuhan dinyatakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar